RADAR PURWOREJO - Kasus dugaan pembakaran yang menimpa tiga santri di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat kecaman publik.
Kasus ini mulai menemukan titik terang.
Peristiwa yang terjadi pada akhir 2025 lalu kembali menjadi perhatian setelah polisi mengungkap kronologi kejadian yang menyebabkan satu korban meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar serius.
Berdasarkan hasil penyelidikan, insiden bermula saat para santri tengah memanfaatkan waktu istirahat.
Dalam situasi tersebut, korban dan beberapa santri lain berada di salah satu ruangan pondok sebelum akhirnya api muncul dan membakar tubuh para korban.
Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa itu untuk memastikan penyebab pasti serta dugaan keterlibatan pihak tertentu.
Baca Juga: Info Ala Honda Istimewa, Cegah Kerak Karbon Pada Motor Menggunakan Carbon Cleaner Honda
Keterangan dari keluarga korban menyebut, sebelum kejadian sempat terjadi persoalan antara korban dan seorang santri lain.
Perselisihan tersebut diduga menjadi awal dari insiden yang kini sedang diusut aparat kepolisian.
Meski demikian, seluruh dugaan tersebut masih terus didalami melalui pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti.
Akibat kejadian itu, tiga santri mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda.
Salah satu korban akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif, sementara dua korban lainnya masih berupaya menjalani pemulihan akibat luka yang diderita.
Sementara itu, Polres Lombok Tengah telah meningkatkan penanganan perkara dari tahap penyelidikan ke penyidikan setelah menemukan bukti permulaan yang dinilai cukup.
Penyidik kini terus memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa dan memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.