Menjelang peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) yang direncanakan berlangsung pada September 2026, tim United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO) melakukan kunjungan lapangan ke Desa Sibonor Ompuratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, untuk meninjau progres pembangunan PATS.
Kunjungan ini merupakan bagian dari pemantauan pelaksanaan Program Low Carbon Development Initiative (LCDI) Phase 2 yang dikembangkan melalui kemitraan antara Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Inggris.
Dibangun sebagai percontohan inovasi teknologi rendah karbon dalam Program LCDI 2, PATS Desa Sibonor Ompuratus menjawab tantangan nyata 749 petani di 82 hektare sawah tadah hujan yang selama ini terbatas satu kali panen setahun akibat keterbatasan akses air irigasi dari Danau Toba.
Dibangun sebagai percontohan inovasi teknologi rendah karbon dalam Program LCDI 2, PATS Desa Sibonor Ompuratus menjawab tantangan nyata 749 petani di 82 hektare sawah tadah hujan yang selama ini terbatas satu kali panen setahun akibat keterbatasan akses air irigasi dari Danau Toba.
Sistem yang dibangun di atas lahan 570 m² dengan kapasitas panel surya 69,3 kWp ini telah lulus seluruh tahap commissioning pada 13 Mei 2026 di bawah supervisi PT LAPI ITB dan dinyatakan siap beroperasi. Kinerjanya bahkan melampaui desain: sistem mampu memasok air irigasi hingga ±1.900 m³ per hari, melampaui target debit harian dalam desain teknis.
Selama kunjungan, delegasi FCDO berdialog dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat, serta menyaksikan langsung sistem PATS yang tengah memompa air ke lahan pertanian. Manfaat paling nyata yang langsung dirasakan petani adalah turunnya biaya operasional irigasi menjadi nol rupiah, mengakhiri ketergantungan pada pompa berbahan bakar Pertalite yang selama ini menjadi beban harian.
Selama kunjungan, delegasi FCDO berdialog dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat, serta menyaksikan langsung sistem PATS yang tengah memompa air ke lahan pertanian. Manfaat paling nyata yang langsung dirasakan petani adalah turunnya biaya operasional irigasi menjadi nol rupiah, mengakhiri ketergantungan pada pompa berbahan bakar Pertalite yang selama ini menjadi beban harian.
Pengalaman ini didukung rekam jejak yang teruji: lima unit PATS yang telah beroperasi di Kabupaten Samosir sejak 2019 terbukti meningkatkan intensitas tanam dari 1 kali menjadi 2 kali setahun di sekitar 250 hektare sawah.
Baca Juga: KPK Kembali Sambangi Sukoharjo, Kali Ini Geledah Rumah Istri Kepala BKPAD Tersangka Pemerasan
Perwakilan Kelompok Tani Sibonor Ompuratus, Sahat Martogi Sinaga, mengatakan kehadiran PATS membawa perubahan bagi para petani. "Sebelumnya kami selalu kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau. Kini kebutuhan air untuk pertanian mulai terpenuhi sehingga kami optimistis dapat menanam padi lima kali dalam dua tahun. Kami juga berkomitmen merawat PATS agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat," ujarnya.
Dengan ketersediaan air irigasi yang kini berkelanjutan, produktivitas padi Desa Sibonor Ompuratus ditargetkan meningkat tiga kali lipat, dari 50 ton menjadi 150 ton per tahun. PATS ini sekaligus diproyeksikan mengeliminasi emisi karbon sebesar 1,036 ton CO₂ ekuivalen per tahun, menjadikannya bukti nyata bahwa pertanian produktif dan agenda Pembangunan Rendah Karbon dapat berjalan seiring. Keberhasilan ini akan direplikasi di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, pada Semester II 2026, dan secara kolektif, kedua unit PATS diproyeksikan meningkatkan pendapatan petani Samosir hingga lebih dari Rp2 miliar per tahun.
"Pompa Air Tenaga Surya ini sangat dibutuhkan karena mayoritas masyarakat Samosir bergantung pada sektor pertanian. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan
Perwakilan Kelompok Tani Sibonor Ompuratus, Sahat Martogi Sinaga, mengatakan kehadiran PATS membawa perubahan bagi para petani. "Sebelumnya kami selalu kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau. Kini kebutuhan air untuk pertanian mulai terpenuhi sehingga kami optimistis dapat menanam padi lima kali dalam dua tahun. Kami juga berkomitmen merawat PATS agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat," ujarnya.
Dengan ketersediaan air irigasi yang kini berkelanjutan, produktivitas padi Desa Sibonor Ompuratus ditargetkan meningkat tiga kali lipat, dari 50 ton menjadi 150 ton per tahun. PATS ini sekaligus diproyeksikan mengeliminasi emisi karbon sebesar 1,036 ton CO₂ ekuivalen per tahun, menjadikannya bukti nyata bahwa pertanian produktif dan agenda Pembangunan Rendah Karbon dapat berjalan seiring. Keberhasilan ini akan direplikasi di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, pada Semester II 2026, dan secara kolektif, kedua unit PATS diproyeksikan meningkatkan pendapatan petani Samosir hingga lebih dari Rp2 miliar per tahun.
"Pompa Air Tenaga Surya ini sangat dibutuhkan karena mayoritas masyarakat Samosir bergantung pada sektor pertanian. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan
Baca Juga: Jaga Kondisi Prima, 236 Personel Polres Bantul Jalani Vaksinasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi
ketersediaan air irigasi sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraannya," ujar Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk.
"Dukungan LCDI2 di Sumatera Utara telah berubah wujud, dari dokumen menjadi kebijakan, dan dari kebijakan menjadi infrastruktur yang hari ini mengairi sawah rakyat," ujar Sutarto, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara.
Selain meninjau lokasi proyek, delegasi FCDO juga melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk membahas dukungan terhadap keberlanjutan pengelolaan PATS.
Implementasi di Desa Sibonor Ompuratus diharapkan menjadi model penerapan energi terbarukan yang dapat direplikasi di lokasi lain, sejalan dengan komitmen RPJMD Kabupaten Samosir yang menetapkan pembangunan 2 unit PATS per tahun sebagai program unggulan daerah.
Peluncuran resmi PATS yang direncanakan berlangsung pada September 2026 akan menjadi momentum untuk menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Pemerintah Inggris melalui UK FCDO menghadirkan solusi pembangunan rendah karbon yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Editor : Heru Pratomo