Dibangun sebagai percontohan inovasi teknologi rendah karbon dalam Program LCDI 2, PATS Desa Sibonor Ompuratus menjawab tantangan nyata 749 petani di 82 hektare sawah tadah hujan yang selama ini terbatas satu kali panen setahun akibat keterbatasan akses air irigasi dari Danau Toba.
Selama kunjungan, delegasi FCDO berdialog dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat, serta menyaksikan langsung sistem PATS yang tengah memompa air ke lahan pertanian. Manfaat paling nyata yang langsung dirasakan petani adalah turunnya biaya operasional irigasi menjadi nol rupiah, mengakhiri ketergantungan pada pompa berbahan bakar Pertalite yang selama ini menjadi beban harian.
Perwakilan Kelompok Tani Sibonor Ompuratus, Sahat Martogi Sinaga, mengatakan kehadiran PATS membawa perubahan bagi para petani. "Sebelumnya kami selalu kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau. Kini kebutuhan air untuk pertanian mulai terpenuhi sehingga kami optimistis dapat menanam padi lima kali dalam dua tahun. Kami juga berkomitmen merawat PATS agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat," ujarnya.
Dengan ketersediaan air irigasi yang kini berkelanjutan, produktivitas padi Desa Sibonor Ompuratus ditargetkan meningkat tiga kali lipat, dari 50 ton menjadi 150 ton per tahun. PATS ini sekaligus diproyeksikan mengeliminasi emisi karbon sebesar 1,036 ton CO₂ ekuivalen per tahun, menjadikannya bukti nyata bahwa pertanian produktif dan agenda Pembangunan Rendah Karbon dapat berjalan seiring. Keberhasilan ini akan direplikasi di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, pada Semester II 2026, dan secara kolektif, kedua unit PATS diproyeksikan meningkatkan pendapatan petani Samosir hingga lebih dari Rp2 miliar per tahun.
"Pompa Air Tenaga Surya ini sangat dibutuhkan karena mayoritas masyarakat Samosir bergantung pada sektor pertanian. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan
ketersediaan air irigasi sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraannya," ujar Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk.
"Dukungan LCDI2 di Sumatera Utara telah berubah wujud, dari dokumen menjadi kebijakan, dan dari kebijakan menjadi infrastruktur yang hari ini mengairi sawah rakyat," ujar Sutarto, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara.
Selain meninjau lokasi proyek, delegasi FCDO juga melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk membahas dukungan terhadap keberlanjutan pengelolaan PATS.