Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Hapus Beban Biaya BBM, Pompa Air Tenaga Surya Bawa Harapan Baru bagi Petani

Heru Pratomo • Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:50 WIB
petani
petani
 
 
Menjelang peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) yang direncanakan berlangsung pada September 2026, tim United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO) melakukan kunjungan lapangan ke Desa Sibonor Ompuratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, untuk meninjau progres pembangunan PATS.
 
Kunjungan ini merupakan bagian dari pemantauan pelaksanaan Program Low Carbon Development Initiative (LCDI) Phase 2 yang dikembangkan melalui kemitraan antara Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Inggris.

Dibangun sebagai percontohan inovasi teknologi rendah karbon dalam Program LCDI 2, PATS Desa Sibonor Ompuratus menjawab tantangan nyata 749 petani di 82 hektare sawah tadah hujan yang selama ini terbatas satu kali panen setahun akibat keterbatasan akses air irigasi dari Danau Toba.
 
Baca Juga: HUT ke-56, Astra Motor Perkuat Pemanfaatan Energi Bersih melalui Solar PV di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah
 
Sistem yang dibangun di atas lahan 570 m² dengan kapasitas panel surya 69,3 kWp ini telah lulus seluruh tahap commissioning pada 13 Mei 2026 di bawah supervisi PT LAPI ITB dan dinyatakan siap beroperasi. Kinerjanya bahkan melampaui desain: sistem mampu memasok air irigasi hingga ±1.900 m³ per hari, melampaui target debit harian dalam desain teknis.

Selama kunjungan, delegasi FCDO berdialog dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat, serta menyaksikan langsung sistem PATS yang tengah memompa air ke lahan pertanian. Manfaat paling nyata yang langsung dirasakan petani adalah turunnya biaya operasional irigasi menjadi nol rupiah, mengakhiri ketergantungan pada pompa berbahan bakar Pertalite yang selama ini menjadi beban harian.
 
Pengalaman ini didukung rekam jejak yang teruji: lima unit PATS yang telah beroperasi di Kabupaten Samosir sejak 2019 terbukti meningkatkan intensitas tanam dari 1 kali menjadi 2 kali setahun di sekitar 250 hektare sawah.
 
Baca Juga: KPK Kembali Sambangi Sukoharjo, Kali Ini Geledah Rumah Istri Kepala BKPAD Tersangka Pemerasan

Perwakilan Kelompok Tani Sibonor Ompuratus, Sahat Martogi Sinaga, mengatakan kehadiran PATS membawa perubahan bagi para petani. "Sebelumnya kami selalu kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau. Kini kebutuhan air untuk pertanian mulai terpenuhi sehingga kami optimistis dapat menanam padi lima kali dalam dua tahun. Kami juga berkomitmen merawat PATS agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat," ujarnya.

Dengan ketersediaan air irigasi yang kini berkelanjutan, produktivitas padi Desa Sibonor Ompuratus ditargetkan meningkat tiga kali lipat, dari 50 ton menjadi 150 ton per tahun. PATS ini sekaligus diproyeksikan mengeliminasi emisi karbon sebesar 1,036 ton CO₂ ekuivalen per tahun, menjadikannya bukti nyata bahwa pertanian produktif dan agenda Pembangunan Rendah Karbon dapat berjalan seiring. Keberhasilan ini akan direplikasi di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, pada Semester II 2026, dan secara kolektif, kedua unit PATS diproyeksikan meningkatkan pendapatan petani Samosir hingga lebih dari Rp2 miliar per tahun.
 
"Pompa Air Tenaga Surya ini sangat dibutuhkan karena mayoritas masyarakat Samosir bergantung  pada  sektor  pertanian.  Kehadirannya  diharapkan  dapat  meningkatkan
 
Baca Juga: Jaga Kondisi Prima, 236 Personel Polres Bantul Jalani Vaksinasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi

ketersediaan air irigasi sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraannya," ujar Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk.
 
"Dukungan LCDI2 di Sumatera Utara telah berubah wujud, dari dokumen menjadi kebijakan, dan dari kebijakan menjadi infrastruktur yang hari ini mengairi sawah rakyat," ujar Sutarto, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara.
 
Selain meninjau lokasi proyek, delegasi FCDO juga melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk membahas dukungan terhadap keberlanjutan pengelolaan PATS.
 
Baca Juga: Nama Gus Miftah Disebut dalam Sidang Korupsi Proyek Jalur Kereta Api DJKA, JCW Desak KPK Lakukan Pendalaman
 
Implementasi di Desa Sibonor Ompuratus diharapkan menjadi model penerapan energi terbarukan yang dapat direplikasi di lokasi lain, sejalan dengan komitmen RPJMD Kabupaten Samosir yang menetapkan pembangunan 2 unit PATS per tahun sebagai program unggulan daerah. 
 
Peluncuran resmi PATS yang direncanakan berlangsung pada September 2026 akan menjadi momentum untuk menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Pemerintah Inggris melalui UK FCDO menghadirkan solusi pembangunan rendah karbon yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Editor : Heru Pratomo
pompa air tenaga surya PATS Samosir Kementerian PPN/Bappenas danau toba