Satwa Kebun Binatang Surabaya Diduga Kekurangan Pakan akibat Korupsi Rp 10,2 Miliar, Eks Dirut Choirul Anwar Jadi Tersangka

Khansa Qisthi Fathinah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 11:35 WIB
Kondisi memprihatinkan Satwa Kebun Binantang Surabaya di tengah pengusutan korupsi Rp 10,2 Miliar. (X/@Cryptonesia2019)
Kondisi memprihatinkan Satwa Kebun Binantang Surabaya di tengah pengusutan korupsi Rp 10,2 Miliar. (X/@Cryptonesia2019)
 
 

RADAR PURWOREJO - Dugaan korupsi di Kebun Binatang Surabaya (KBS) tidak hanya menimbulkan kerugian negara, tetapi juga diduga berdampak pada kesejahteraan satwa.

Sejumlah hewan disebut mengalami kekurangan pakan, penurunan kondisi kesehatan, bahkan ada yang dilaporkan mati akibat anggaran operasional yang diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Kasus tersebut menyeret mantan Direktur Utama KBS, Choirul Anwar (CA), yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. 

Selama periode 2016–2024, ia diduga melakukan penyalahgunaan anggaran perusahaan hingga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 10,2 miliar.

Baca Juga: Bisakah Prabowo Ikut Campur dalam Kasus Febrie Adriansyah? Pakar Hukum Beri Penjelasan

Berdasarkan hasil penyelidikan, dana operasional yang semestinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan satwa, termasuk penyediaan pakan dan perawatan, diduga dialihkan untuk kepentingan lain.

Sejumlah satwa Kebun Binatang Surabaya yang badannya kurus diduga uang pakan dikorupsi eks Dirut. (ISTIMEWA)
Sejumlah satwa Kebun Binatang Surabaya yang badannya kurus diduga uang pakan dikorupsi eks Dirut. (ISTIMEWA)

 

Dari total kerugian tersebut, sekitar Rp 7,4 miliar diduga mengalir ke rekening pribadi tersangka.

Akibat dugaan penyimpangan tersebut, kondisi sejumlah satwa di KBS dilaporkan memburuk.

Beberapa hewan mengalami kekurangan asupan pakan sehingga tubuhnya tampak kurus dan kesehatannya menurun.

Selain itu, terdapat laporan mengenai satwa yang mati serta fasilitas kebun binatang yang tidak terawat dengan baik.

Baca Juga: Fulham Gigit Jari! Real Madrid Tolak Lepas Gonzalo Garcia, The Cottagers Mulai Cari Striker Baru

Penyidik juga menemukan bahwa Choirul Anwar sempat merangkap sejumlah jabatan strategis, yakni sebagai Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan.

Kondisi tersebut diduga mempermudah proses pencairan anggaran hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kasus ini kembali menjadi perhatian publik setelah foto dan video yang memperlihatkan kondisi satwa di Kebun Binatang Surabaya beredar luas di media sosial. 

Banyak warganet menilai dugaan korupsi tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan satwa yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan perawatan.

Hingga kini, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur masih mendalami perkara tersebut untuk mengungkap seluruh dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan KBS selama delapan tahun terakhir

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Satwa Kebun Binatang Surabaya Kebun Binatang Surabaya Kekurangan Pakan Eks Dirut Choirul Anwar Korupsi