Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang perlu menyesuaikan pilihan wahana hiburan dengan kondisi kesehatannya. Bagi penyandang hipertensi, terutama yang tekanan darahnya belum terkontrol atau disertai penyakit jantung, sejumlah wahana yang memacu adrenalin umumnya tidak disarankan karena dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan pada sistem kardiovaskular.
Salah satu wahana yang patut diwaspadai ialah rumah hantu. Meski tidak menghadirkan kecepatan tinggi, suasana gelap, efek suara keras, serta kejutan yang muncul selama atraksi dapat memicu respons stres tubuh. Dalam kondisi tersebut, hormon adrenalin akan meningkat sehingga denyut jantung dan tekanan darah juga dapat ikut naik untuk sementara waktu. Bagi sebagian orang yang memiliki penyakit jantung atau hipertensi yang tidak terkontrol, respons tersebut berpotensi menimbulkan keluhan kesehatan.
Selain itu, roller coaster termasuk wahana yang kerap memberikan peringatan khusus bagi pengunjung dengan riwayat penyakit jantung maupun tekanan darah tinggi. Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA menunjukkan bahwa permainan roller coaster dapat meningkatkan denyut jantung secara signifikan, bahkan sebelum kereta melaju cepat karena faktor antisipasi dan stres emosional.
Baca Juga: Menghitung Hari, Membaca Alam: Jejak Kecerdasan Kuno dalam Weton
Sejumlah penelitian lain juga menyebutkan bahwa wahana berkecepatan tinggi dapat memicu perubahan irama jantung pada sebagian orang yang memiliki gangguan jantung sebelumnya. Karena itu, banyak taman hiburan memasang peringatan agar pengunjung dengan penyakit jantung, gangguan irama jantung, maupun hipertensi berkonsultasi dengan dokter sebelum menaiki wahana ekstrim.
Tak hanya roller coaster, wahana seperti drop tower atau permainan yang memberikan sensasi jatuh bebas, serta wahana pemutar berkecepatan tinggi juga menghasilkan perubahan gaya gravitasi dan respons adrenalin yang cukup besar. Meski umumnya aman bagi orang sehat, wahana tersebut sebaiknya dihindari apabila seseorang memiliki penyakit jantung atau tekanan darah yang belum terkendali.
Sebaliknya, wahana dengan intensitas ringan seperti bianglala, komidi putar, kereta wisata, maupun wahana edukatif umumnya lebih nyaman dinikmati. Meski demikian, kondisi kesehatan setiap orang berbeda sehingga tidak ada aturan yang berlaku sama untuk semua pengunjung.
American Heart Association mengingatkan bahwa tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular. Karena itu, pengidap hipertensi disarankan rutin mengontrol tekanan darah dan berkonsultasi dengan tenaga medis apabila ingin melakukan aktivitas yang memacu adrenalin atau memiliki riwayat penyakit jantung.
Selain memperhatikan kondisi tubuh, pengunjung juga sebaiknya membaca setiap papan peringatan yang dipasang pengelola wahana. Informasi tersebut dibuat sebagai langkah pencegahan agar aktivitas rekreasi tetap berlangsung dengan aman bagi seluruh pengunjung.