Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Berakhir Ricuh, Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrokan

Muhammad Rizal Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:45 WIB
Tangkapan layar: IG ahmad_kharwalis01
Tangkapan layar: IG ahmad_kharwalis01

Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), yang diisi dengan zikir, doa bersama, dan penyampaian aspirasi berakhir ricuh.

Kericuhan dipicu setelah massa mengibarkan bendera Bulan Bintang di kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Massa juga menurunkan bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera Bulan Bintang.

Aksi tersebut kemudian ditertibkan oleh aparat keamanan.
Situasi semakin memanas hingga terjadi bentrokan antara massa dengan personel TNI dan kepolisian. Massa dilaporkan melempar batu dan botol ke arah aparat.

Baca Juga: Santriwati Pondok Pesantren Baitul Quran Sragen Hilang usai Kunjungi Mal di Solo

Aparat kemudian merespons dengan tembakan peringatan dan penggunaan gas air mata untuk membubarkan massa. Dalam kericuhan tersebut, pos pengamanan sempat terdesak.

Sejumlah kendaraan juga mengalami kerusakan akibat bentrokan. Meski demikian, rangkaian peringatan Hari Damai Aceh yang sebelumnya berlangsung dengan kegiatan keagamaan dan penyampaian aspirasi tetap menjadi bagian dari momentum mengenang perdamaian Aceh.

Editor : Bahana.
hari damai aceh bendera bulan bintang aceh