Langkah tegas dilakukan oleh BGN (Badan Gizi Nasional) terhadap ratusan dapur yang menjadi bagian dari program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Sebanyak 504 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG dipastikan tidak beroperasi lagi karena dinilai tidak memenuhi standar persyaratan sanitasi.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.
BGN menilai aspek kebersihan dan keamanan pangan tidak dapat diabaikan, karena makanan yang diproduksi oleh dapur-dapur tersebut diberikan kepada masyarakat, termasuk anak-anak sekolah sebagai salah satu penerima program MBG.
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan bahwa keputusan penutupan permanen diambil setelah adanya hasil pemeriksaan dari dinas kesehatan di daerah.
Baca Juga: Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Berakhir Ricuh, Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrokan
Hasil pemeriksaan kemudian disampaikan melalui Kementerian Kesehatan dan menjadi salah satu dasar bagi BGN dalam menentukan status operasional SPPG.
Menurut data yang disampaikan BGN, jumlah 504 dapur bukan merupakan keseluruhan dapur yang sedang dievaluasi.
Masih ada sekitar 3.000 SPPG lainnya yang telah masuk dalam proses pemeriksaan yang dilakukan dinas kesehatan pada masing-masing daerah. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan setiap dapur memenuhi ketentuan sebelum terus menjalankan program tersebut.
Pihak BGN menegaskan bahwa proses pemeriksaan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru dengan mengesampingkan standar yang telah ditetapkan.
Kelayakan sanitasi menjadi perhatian utama karena kualitas fasilitas pengolahan makanan berkaitan langsung dengan keamanan pangan yang dikonsumsi penerima MBG. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan semakin ketatnya pengawasan dapur MBG.
Penutupan permanen kali ini berbeda dengan mekanisme suspend atau pemberhentian sementara. SPPG yang telah dinyatakan tidak layak secara sanitasi tidak lagi dapat menjalankan layanan MBG dari fasilitas tersebut.
Kebijakan ini memperlihatkan bahwa pemerintah menempatkan keamanan pangan sebagai salah satu syarat utama dalam keberlangsungan program.
Penutupan ini juga menjadi pengingat bahwa perluasan program MBG harus berjalan beriringan dengan peningkatan standar pelayanan.
Jumlah penerima yang besar membuat kualitas dapur, kebersihan lingkungan, pengelolaan makanan, serta pengawasan kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesuksesan program.
Bagi pemerintah, pembenahan yang dilakukan bukan hanya persoalan memenuhi persyaratan administratif, yang terpenting adalah memastikan makanan yang sampai ke konsumen berada dalam kondisi aman dan layak dikonsumsi.
Karena itu, proses evaluasi terhadap sekitar 3.000 SPPG yang masih diperiksa menjadi tahap penting untuk menentukan apakah dapur-dapur tersebut dapat terus menjalankan layanan MBG.)
Editor : Bahana.