BMKG Catat 4.258 Gempa Susulan Flores, Warga Diminta Waspada hingga 4 Minggu

Muhammad Rizal Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:12 WIB
BMKG
BMKG

Aktivitas kegempaan masih tinggi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 4.258 gempa susulan hingga Jumat (21/8/2026) pukul 05.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 118 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, sebanyak 31 gempa susulan memiliki kekuatan di atas magnitudo 5,0. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas gempa di wilayah Flores masih cukup signifikan setelah gempa utama terjadi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan rangkaian gempa susulan diperkirakan belum akan segera berakhir. Aktivitas tersebut diprediksi masih berlangsung dalam kurun waktu tiga hingga empat minggu mendatang.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,” kata Wijayanto, Jumat (21/8).

Gempa Susulan Picu Kerusakan

Baca Juga: Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan Investasi

BMKG juga mencatat sejumlah gempa susulan dengan magnitudo cukup besar dalam beberapa hari terakhir.

Salah satunya gempa berkekuatan M5,6 yang terjadi pada 19 Agustus. Sehari kemudian, dua gempa susulan dengan kekuatan M5,8 kembali mengguncang wilayah tersebut.

Guncangan dari sejumlah gempa susulan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan tambahan pada beberapa bangunan dan jembatan. Di sejumlah lokasi, gempa juga memicu tanah longsor.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih dapat terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

BMKG Imbau Warga Tidak Panik

BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Warga yang berada di sekitar lokasi terdampak juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Bangunan yang kondisinya tidak aman berpotensi membahayakan apabila kembali terjadi guncangan.

Masyarakat juga diimbau terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Baca Juga: Bukan Cuma E Coli, 6 Bakteri Ditemukan di Kasus Keracunan MBG Kulon Progo, Ternyata ini Sumbernya!

BMKG menekankan bahwa tingginya aktivitas gempa susulan pada fase awal merupakan kondisi yang perlu dipantau secara berkala. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko apabila kembali terjadi guncangan.

 

Editor : Bahana.
Gempa Flores Gempa NTT Gempa Susulan Flores BMKG