Pemandangan tak biasa terlihat di langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026) sore. Matahari tampak berwarna merah pekat di balik langit yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fenomena tersebut menarik perhatian warga. Matahari yang biasanya terlihat terang berubah menjadi merah menyala sehingga menciptakan pemandangan yang cukup mencolok.
Sejumlah warga bahkan mengabadikan penampakan tersebut melalui kamera ponsel dan membagikannya di media sosial. Fenomena matahari berwarna merah itu pun menjadi perbincangan karena terlihat cukup jelas dari sejumlah wilayah di Palangka Raya.
Namun, perubahan warna matahari tersebut bukan sekadar fenomena visual yang menarik. Kondisi itu berkaitan dengan keberadaan partikel asap di atmosfer yang memengaruhi perjalanan cahaya matahari menuju permukaan bumi.
Kabut Asap Pengaruhi Warna Matahari
Baca Juga: BMKG Catat 4.258 Gempa Susulan Flores, Warga Diminta Waspada hingga 4 Minggu
Cahaya matahari terdiri atas berbagai panjang gelombang. Ketika cahaya tersebut melewati atmosfer yang mengandung banyak partikel, seperti asap dan debu, sebagian cahaya dapat tersebar atau terserap.
Dalam kondisi kabut asap yang cukup pekat, cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek seperti biru lebih banyak tersebar. Sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang, termasuk merah dan jingga, relatif lebih mampu menembus lapisan partikel tersebut.
Akibatnya, matahari dapat terlihat berwarna merah, jingga, bahkan kemerahan pekat ketika dilihat dari permukaan.
Fenomena tersebut semakin terlihat jelas ketika konsentrasi partikel asap di atmosfer meningkat. Karena itu, penampakan matahari merah di Palangka Raya sekaligus menjadi gambaran kondisi atmosfer yang sedang dipengaruhi kabut asap.
Karhutla Jadi Perhatian
Kabut asap di Kalimantan Tengah belakangan menjadi perhatian seiring meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Hingga 19 Agustus 2026, tercatat ribuan hektare lahan terbakar di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Fenomena matahari merah yang terlihat pada Kamis sore menjadi salah satu dampak visual yang paling mudah diamati masyarakat dari kondisi atmosfer tersebut.
Meski terlihat indah, warga tetap diminta tidak mengabaikan potensi risiko kesehatan akibat paparan asap. Terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara.
Baca Juga: Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan Investasi
Warga diimbau memantau perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat. Penggunaan masker atau pelindung pernapasan juga dianjurkan ketika kualitas udara memburuk.
Dengan demikian, matahari merah yang menghiasi langit Palangka Raya bukan hanya fenomena alam yang menarik untuk diabadikan. Penampakan tersebut juga menjadi pengingat mengenai kondisi kabut asap dan dampak kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di Kalimantan Tengah.
Editor : Bahana.