Kebakaran Desa Adat Sade Lombok : 129 Rumah Ludes, Rata dengan Tanah

Yunita Tri Hastuti • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 11:17 WIB
Suasana desa adat yang rata dengan tanah akibat kebakaran hebat pada (X/darilangitid)
Suasana Kampung Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang rata dengan tanah akibat kebakaran hebat pada Sabtu (22/8/2026) malam. (X/darilangitid)

 

RADAR PURWOREJO - Kebakaran hebat melanda Kampung Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (22/8/2026) malam.

Musibah ini menghanguskan 129 rumah dan berdampak pada 320 warga.

Hingga Minggu (23/8/2026) pukul 09.30 WITA, kawasan desa rata dengan tanah.

Asap masih ngepul dari puing-puing bangunan.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Tengah, TNI, dan karyawan PDAM setempat terus berupaya memadamkan sisa api.

Baca Juga: Dua Kapal Jungkung Terbalik Diterjang Ombak di Pantai Depok, Empat Orang Selamat

Sementara itu, warga mengais perabotan yang masih utuh, seperti piring kaca, gelas, kompor, dan tabung gas.

Kebakaran juga melahap satu minimarket di seberang jalan serta beberapa mesin ATM di sekitar lokasi.

"Ada sekitar 150 rumah di sini dengan total 700 KK," ujar warga Desa Adat Sade, Amaq Emi, Minggu (23/8/2026).

Amaq menjelaskan bahwa api berasal dari dapur salah satu rumah warga.

Api cepat menjalar karena embusan angin dan material bangunan arsitektur rumah adat yang terbuat dari ilalang serta anyaman bambu.

"Mungkin dari dapur atau korsleting listrik sehingga api menyala," tambahnya.

Baca Juga: Dipergoki Istri Korban saat Masuk Rumah, Maling Uang Belasan Juta di Tanon Sragen Diringkus

Menah, warga lainnya, mengaku trauma melihat api dengan cepat melahap pemukiman.

"Saya sedang tidur, lalu dibangunkan saat api sudah besar. Saya kaget dan langsung menyelamatkan diri," tuturnya.

Menah berharap pemerintah segera memberi solusi karena kawasan ini merupakan sumber mata pencarian utama warga.

"Kami berharap pemerintah segera bertindak karena kami tidak punya apa-apa lagi," ungkap Menah yang kini mengungsi di rumah kerabat.

Ia mengestimasi kerugian mencapai puluhan juta rupiah akibat kain tenun, baju adat, dan barang berharga lainnya ludes terbakar.

Baca Juga: Mengamuk dan Ancam Polisi Pakai Obeng, Pria Gilingan Diamankan Tim Sparta Polresta Solo


Bahan bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat membesar.

Seluruh rumah adat di kawasan destinasi wisata andalan Lombok ini beratap ilalang dan berdinding anyaman bambu, padahal masyarakatnya aktif melestarikan keunikan adat Suku Sasak seperti arsitektur lokal dan tradisi kawin culik.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Desa Adat Sade Lombok kampung desa adat lombok tengah Kebakaran Desa Adat Sade Lombok kebakaran