Tangani Karhutla Kalimantan, Pemerintah Penuhi Panggilan Lapangan dengan 12.880 Personel 

Yunita Tri Hastuti • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:39 WIB
Kebakaran Hutan Kalimantan. (wri-indonesia.org)
Kebakaran Hutan Kalimantan. (wri-indonesia.org)

 


RADAR PURWOREJO - Sedikitnya 12.880 personel dikerahkan pemerintah untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Belasan ribu personel tersebut dibagi ke tiga provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Barat (1.410 personel), Kalimantan Selatan (770 personel), dan Kalimantan Tengah (10.700 personel).


Para personel berasal dari Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat.

Baca Juga: Ironis! Dua Penyu Jumbo Ditemukan Mati Membusuk di Pantai Gunungkidul 


"Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," ungkap Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi.


Selain memadamkan api, personel gabungan memantau titik panas (hotspot), merespons laporan masyarakat, melakukan patroli terpadu, memeriksa lapangan, serta mengupayakan pemadaman darat.


"Upaya ini mencakup pembasahan dan pendinginan area, penyekatan lokasi terbakar, serta penjagaan wilayah rawan untuk mencegah api muncul kembali," tambah Ristianto.

Baca Juga: Laka Maut di Tawangmangu Karanganyar, Sekeluarga Terjun ke Jurang: Satu Tewas


Penanganan karhutla di Kalimantan memerlukan koordinasi antarpihak melalui posko terpadu.

Posko ini berfungsi menentukan lokasi penanganan prioritas sekaligus mengarahkan personel dan peralatan sesuai perkembangan situasi.


Ristianto menjelaskan bahwa penanganan karhutla juga didukung berbagai sarana operasional, seperti kendaraan, pompa jinjing, selang pemadam, alat komunikasi, dan alat pelindung diri.


Khusus dukungan udara, pemerintah mengerahkan helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing.

Di samping itu, kemampuan satgas di lapangan ditingkatkan melalui penambahan sarana pemadaman, salah satunya dengan membangun dan mengaktifkan sumur bor di wilayah prioritas.

Baca Juga: Laka Maut di Tawangmangu Karanganyar, Sekeluarga Terjun ke Jurang: Satu Tewas

"Sumur bor diperlukan untuk memperdekat sumber air, mempercepat pengisian alat pemadam, serta menjaga keberlanjutan pembasahan dan pendinginan," jelasnya.

Ketersediaan air menjadi perhatian serius dalam penanganan karhutla di lahan gambut. Kondisi gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan sehingga api dapat kembali muncul jika pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Oleh karena itu, pemerintah terus mengupayakan pemadaman sekaligus pendinginan sebagai bagian penting dari operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan.

Editor : Meitika Candra Lantiva
karhut;a Kalimantan Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan pemadaman api pengendalian kebakaran hutan personel