Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, izin tersebut diberikan kepada 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC). Total terdapat 36 helikopter yang didatangkan dari delapan negara untuk mendukung operasi penanganan karhutla.
"Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika, Ukraina, New Zealand, Laos, Vietnam, dan Kanada," kata Lukman saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Sebanyak 11 pemegang AOC yang mendapatkan izin tersebut yakni Ersa Eastern Aviation, Genesa Dirgantara, Falcon Patriot Utama, Pegasus Air Service, Whitesky Aviation, Smart Cakrawala Aviation, Elang Nusantara Air, Intan Angkasa Air Service, Volta Pasifik Aviasi, Dabi Air Nusantara, dan Derazona Air Service.
Kemenhub Percepat Perizinan Pesawat Asing
Baca Juga: Budidaya Mangga Kiojay, Peluang Emas dari Buah Jumbo Asal Thailand
Kemenhub memfasilitasi pengoperasian pesawat berregistrasi asing melalui percepatan proses perizinan. Selain itu, pemerintah memberikan dukungan operasional sekaligus memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap mendapat pengawasan.
Armada tersebut digunakan untuk membantu operasi pemadaman karhutla serta menangani dampak bencana yang muncul di sejumlah wilayah.
Kehadiran helikopter dari berbagai negara diharapkan dapat memperkuat kemampuan penanganan kebakaran dari udara. Terlebih, sejumlah lokasi karhutla memiliki kondisi medan yang sulit dijangkau menggunakan jalur darat.
Lukman menegaskan, Kemenhub terus memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi karhutla. Dukungan tersebut termasuk di wilayah Kalimantan yang selama ini menjadi salah satu kawasan rawan kebakaran.
"Termasuk melalui fasilitasi penggunaan pesawat udara registrasi asing untuk mendukung kegiatan pemadaman dan penanganan dampak bencana," ujarnya.
36 Helikopter Dikerahkan untuk Perkuat Pemadaman
Penerbitan izin khusus bagi pesawat asing menjadi bagian dari langkah pemerintah memenuhi kebutuhan armada udara dalam menghadapi karhutla.
Dengan tambahan 36 helikopter dari delapan negara, operasi pemadaman diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, terutama ketika kebakaran meluas atau terjadi di wilayah yang sulit dijangkau tim pemadam melalui jalur darat.
Selain mempercepat respons terhadap titik api, dukungan armada udara juga menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi dampak karhutla, termasuk potensi penyebaran asap ke wilayah lain.
Baca Juga: Unik! Tradisi Maulid Nabi di Bruno Purworejo, Bukan Hanya Bagi-Bagi Nasi Berkat Tapi Juga Barang
Kemenhub memastikan proses pengoperasian pesawat asing tetap dilakukan dengan memperhatikan ketentuan penerbangan yang berlaku serta aspek keselamatan. Dengan demikian, dukungan internasional tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat penanganan karhutla di Indonesia.
Editor : Bahana.