Sampah plastik tak selamanya berakhir di tempat pembuangan. Di tangan petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, botol plastik dan barang bekas lainnya justru disulap menjadi karya kreatif berupa perahu hias.
Karya unik tersebut tengah dipersiapkan untuk memeriahkan Festival Cinta Lingkungan atau Cilung 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Perahu tersebut dibuat menggunakan berbagai material bekas. Salah satu bahan utamanya adalah botol plastik. Selain itu, sekitar 1.000 galon bekas juga dimanfaatkan untuk membentuk struktur sekaligus ornamen perahu.
Tak sekadar menampilkan bentuk yang menarik, perahu tersebut mengusung desain burung merak. Konsep itu membuat karya berbahan limbah tersebut memiliki nilai artistik sekaligus membawa pesan mengenai pentingnya mengolah dan menggunakan kembali barang yang sudah tidak terpakai.
Baca Juga: Banyak Warga Masih Tinggal Kontrak, Pemkot Solo Siapkan Hunian Vertikal
Pengerjaan perahu telah dimulai sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan festival. Tim menargetkan seluruh proses pembuatan rampung pada akhir Agustus 2026.
Pemanfaatan botol plastik dan galon bekas menjadi perahu menjadi salah satu contoh bagaimana sampah dapat memiliki nilai baru jika diolah dengan kreativitas. Pesan mengenai pengurangan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan pun dapat disampaikan melalui karya yang menarik perhatian.
Konsep tersebut sejalan dengan semangat Festival Cilung. Pada penyelenggaraan sebelumnya, festival juga menghadirkan berbagai perahu yang dibuat dari barang bekas sebagai media edukasi sekaligus kampanye lingkungan.
Festival Cilung 2026 diharapkan kembali menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat persoalan sampah dari sudut pandang yang berbeda. Kreativitas dalam mengolah limbah menjadi karya seperti perahu hias dapat menjadi sarana edukasi yang lebih mudah diterima, khususnya dalam mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.
Melalui karya tersebut, sampah plastik tidak hanya dipandang sebagai persoalan, tetapi juga sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai.