RADAR PURWOREJO - Bupati Siak Afni Zulkifli murka saat tinjau lokasi karhutla di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau pada, Rabu, 26 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi yang beredar, Bupati temukan adanya penebangan pohon secara sembarangan menggunakan gergaji.
Ia meluapkan kekecewaannya dan kemarahannya saat melihat langsung begitu banyaknya kayu yang sengaja ditebang.
“Cobalah, akar pohon udah sebesar ini ditebang habis itu dibakar, enak kali si Galih ini," ujar Bupati Siak.
Baca Juga: Disangka Rp 99 Ribu, Mahasiswa Kalap Pesan Menu King Kepiting Alaska Ternyata Salah Baca Harga
Bupati Siak menduga lahan yang terbakar serta aktivitas penebangan pohon secara sembarangan tersebut dilakukan oleh Galih, warga Pekanbaru.
Tidak terima dengan tindakan yang diduga sengaja dilakukan untuk menebang pohon dan membakar lahan, Bupati Siak meluapkan kemarahannya saat berada di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Lahan yang terbakar diketahui memiliki karakteristik tanah bergambut, sehingga api yang muncul akibat percikan dapat dengan cepat merambat dan sulit dipadamkan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terlebih tidak semua titik karhutla memiliki sumber air yang memadai.
Baca Juga: Motor Diduga Dirampas, Pemuda Menangis di Trotoar Cipinang Muara
Keterbatasan sumber air membuat proses pemadaman di sejumlah lokasi menjadi lebih sulit.
Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan tersebut pun membuat penanganan karhutla di Kabupaten Siak menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Bupati Siak juga menduga-duga jika lahan sudah tidak terbakar dan sudah bersih, maka berpotensi akan ditanami sawit.
Ia beranggapan bahwa warga yang sengaja membakar hutan sangat tidak bertanggung jawab dan merugikan ekosistem yang ada.
Baca Juga: Izinnya Agrowisata Ternyata Tambang Galian C, Pemkab Kulon Progo Temukan di Giripurwo dan Banjaroyo
Bupati Siak juga meminta bahwa pembakar lahan itu harus dihukum seberat-beratnya.
Ia merasa sakit hati jika lahan sengaja dibakar hanya untuk dialihfungsikan untuk dijadikan kebun sawit.
Editor : Meitika Candra Lantiva