SIDOARJO – Sebanyak 339 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendapat penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9).
Para santri dilaporkan mengalami sejumlah keluhan hingga membutuhkan pemeriksaan medis. Mereka kemudian dibawa ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan.
Kondisi rumah sakit mulai kembali normal pada Rabu (2/9) pagi. Dari total 339 santri yang sebelumnya menjalani pemeriksaan dan perawatan, sebanyak 334 orang telah diperbolehkan pulang.
Sementara itu, lima santri masih harus menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka masih berada dalam pemantauan tim medis untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum diperbolehkan kembali ke pesantren.
Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan
Baca Juga: Ogoh-Ogoh Jatayu Setinggi 2 Meter Jadi Sorotan Karnaval Karanggading Magelang
Dugaan keracunan tersebut sementara dikaitkan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para santri. Kendati demikian, belum dapat dipastikan bahwa makanan tersebut menjadi penyebab utama munculnya keluhan kesehatan.
Pihak terkait masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sumber masalah secara pasti.
Pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi para santri menjadi salah satu langkah penting untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memastikan apakah terdapat kontaminasi atau faktor lain yang memicu munculnya gejala pada para santri.
Hingga Rabu pagi, petugas medis masih memantau lima santri yang belum diperbolehkan pulang. Penanganan dilakukan sambil menunggu perkembangan kondisi masing-masing pasien.
Dengan sebagian besar santri telah kembali ke pesantren, situasi di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo berangsur kondusif. Namun, penyelidikan mengenai penyebab kejadian tersebut masih diperlukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.