Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), menjadi sorotan publik setelah foto yang memperlihatkan dirinya menghadiri ajang Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand, beredar di media sosial.
Kehadiran Arya Wedakarna dalam kegiatan tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet. Perhatian publik muncul di tengah sejumlah isu yang belakangan turut dikaitkan dengan sosok politikus asal Bali tersebut.
Miss Equality World merupakan ajang yang memberikan ruang bagi perempuan transgender. Kegiatan tersebut membawa isu kesetaraan, keberagaman, serta pemberdayaan komunitas transgender.
Namun, kehadiran AWK dalam acara itu disebut tidak semata-mata berkaitan dengan ajang kecantikan tersebut. Tokoh Hindu Bali sekaligus Penasihat Duta Wisata Indonesia itu diketahui menerima penghargaan Star Light dari MS Organization di Bangkok.
Baca Juga: 339 Santri Ponpes Manbaul Hikam Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam mendorong Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata utama dunia.
Dalam acara yang dihadiri perwakilan dari sekitar 15 negara di MGI Convention Center, AWK yang juga menjabat sebagai Presiden The Hindu Center of Indonesia turut meluncurkan serta memutar video promosi Wisata Bali Barat.
Kehadiran AWK kemudian menjadi perhatian karena berlangsung di tengah kebijakan pemerintah mengenai isu LGBT/LGBTQ. Perpres Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029 disebut memasukkan penyebaran budaya LGBT/LGBTQ sebagai salah satu bentuk ancaman nonmiliter.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dan perdebatan di ruang publik mengenai kehadiran seorang anggota DPD RI dalam kegiatan yang memberikan ruang bagi komunitas transgender.
Meski demikian, kehadiran AWK dalam acara tersebut juga dikaitkan dengan agenda promosi pariwisata Bali dan penghargaan yang diterimanya atas kontribusi di bidang pariwisata.
Hingga kini, perhatian publik terutama tertuju pada alasan kehadiran AWK serta bagaimana posisinya terhadap isu yang dibawa dalam ajang tersebut.
Editor : Bahana.