RADAR PURWOREJO - Sungai Kapuas tampak mengering akhir-akhir ini hingga menampilkan hamparan pasir yang luas seperti pesisir pantai.
Mengeringnya Sungai Kapuas ini disebabkan karena kemarau panjang yang memicu penyusutan debit air secara ekstrem.
Padahal, sungai yang berada di Provinsi Kalimantan Barat tersebut dikenal sebagai sungai terpanjang di Indonesia dan menjadi salah satu bagian penting bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Saat airnya surut, dampaknya menjadi jauh lebih terasa bagi kehidupan di sekitar aliran sungai.
Baca Juga: Dilanda Banyak Bencana, Presiden Prabowo Tetap Terbang Ke Rusia
Saat musim kemarau, Sungai Kapuas memang sering mengalami penyusutan debit air.
Akan tetapi, di tahun ini, penyusutan debit air di sungai ini terasa jauh lebih parah.
Sejumlah masyarakat juga menduga kondisi lingkungan di Kalimantan dalam beberapa waktu terakhir turut menjadi salah satu faktor yang memperparah penyusutan debit air.
Berkurangnya fungsi hutan sebagai penyangga di wilayah hulu akibat alih fungsi lahan dinilai dapat memengaruhi ketersediaan air dan mempercepat penurunan debit sungai.
Di tengah kondisi tersebut, perubahan wajah Sungai Kapuas justru menarik perhatian warga setempat.
Baca Juga: Genap 2 Tahun, Pasar Jongke Surakarta Bagikan 1.300 Porsi Mie Ayam Gratis
Hamparan pasir yang semakin luas membuat sejumlah masyarakat datang untuk melihat kondisi sungai secara langsung.
Bahkan, beberapa warga memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat bermain dan menghabiskan waktu.
Pemandangan Sungai Kapuas yang tidak biasa itu kemudian ramai dibagikan melalui media sosial.
Sejumlah video yang memperlihatkan kondisi sungai saat airnya surut turut menarik perhatian warganet.
Banyak yang mengaku prihatin melihat kondisi sungai yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon penting Kalimantan Barat tersebut.
Editor : Meitika Candra Lantiva