Bulog Sebut Bantuan Korban Gempa NTT Sudah Menjangkau Tujuh Daerah

Rayhan Nafi Ulwan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:07 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers update perkembangan stok pangan di wilayah terdampak gempa NTT di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Selasa (1/9/2026) malam. (ANTARA)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers update perkembangan stok pangan di wilayah terdampak gempa NTT di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Selasa (1/9/2026) malam. (ANTARA)

 

RADAR PURWOREJO -  Penyaluran bantuan pangan bagi warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut telah mencakup seluruh wilayah yang membutuhkan. 

Perum Bulog memastikan hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban bencana yang belum memperoleh bantuan pangan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan distribusi bantuan dilakukan melalui pemerintah daerah, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Mekanisme tersebut diterapkan agar penyaluran dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Baca Juga: Solusi Ramah Lingkungan, Tim Felyhart UGM Sulap Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing Antimikroba

"Alhamdulillah sampai dengan saat ini belum ada yang istilahnya emergency, atau belum pernah dapat bantuan. Semua sudah dapat). Dan semuanya sudah kami serahkan ke masing-masing BPBD maupun kepala-kepala daerah yang ada di Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurut Rizal, Bulog tidak menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga penerima. 

Perusahaan memilih berkoordinasi dengan BPBD di daerah terdampak yang pelaksanaan penanganannya berada dalam koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Jadi untuk penyaluran bencana alam yang kami lakukan, jadi Bulog tidak langsung menyalurkan secara fisik kepada penerima manfaat. 

Namun kami bersinergi dengan BPBD di masing-masing wilayah yang dikoordinir oleh BNPB," ujarnya.

Baca Juga: Laga Pembuka Selalu Menyenangkan, pelatih PSS Pieter Huistra Tak Sabar Hadapi Bali United 

Jalur koordinasi tersebut berlangsung melalui posko BNPB, baik yang berada di tingkat pusat maupun di NTT. 

Dengan pola tersebut, perkembangan kebutuhan logistik di daerah terdampak dapat terus dipantau sehingga bantuan tambahan bisa diberikan apabila diperlukan.

Untuk mengantisipasi munculnya kebutuhan mendesak, Bulog juga menempatkan stok beras di dua titik strategis.

Masing-masing sebanyak 10 ton disiapkan di bandara dan 10 ton lainnya berada di pelabuhan.

Cadangan tersebut berfungsi sebagai persediaan cepat apabila sewaktu-waktu muncul permintaan dari wilayah yang membutuhkan tambahan bantuan.

Penyalurannya akan mengikuti prosedur tanggap darurat yang telah dikoordinasikan bersama BNPB.

Baca Juga: Viral! Anak Diduga Bakar Rumput Kering di Tanggul Paloh Kalimantan Barat hingga Api Membesar

"Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan daerah yang belum diberikan bantuan bencana bisa emergency diambil beras yang ada kami standby-kan di bandara maupun di pelabuhan tersebut," jelasnya.

Meski telah menyiapkan stok untuk kondisi darurat, Rizal menyebut belum ada daerah yang sampai sekarang mengajukan kebutuhan bantuan melalui mekanisme tersebut. 

Seluruh wilayah yang terdampak disebut telah mendapatkan dukungan logistik berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Data Bulog hingga 1 September 2026 mencatat total bantuan beras yang telah direalisasikan untuk penanganan gempa NTT mencapai 1.321.550 kilogram.

Baca Juga: Satgas Kesulitan Ungkap Penyebab Keracunan di Kulon Progo, Duga Sampel MBG Dihilangkan

Angka tersebut berasal dari beberapa sumber bantuan. 

Rinciannya mencakup 881,98 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanganan bencana, 101,8 ton cadangan pangan pemerintah daerah, serta 472,98 ton yang disalurkan melalui program bantuan pangan beras.

Tidak hanya beras, Bulog juga telah menyalurkan minyak goreng sebanyak 7.000 liter. 

Jumlah tersebut disebut telah memenuhi seluruh alokasi yang disiapkan untuk penanganan bencana di wilayah tersebut.

Bantuan pangan tersebut menyasar tujuh kabupaten di NTT yang terdampak gempa.

Wilayah penerima meliputi Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat.

Baca Juga: Pria Tewas di Gardu LRT Pancoran Jaksel, Diduga Tersengat Arus Listrik


Dalam proses distribusinya, Bulog tidak bekerja sendiri. 

Penyaluran melibatkan TNI dan Polri bersama BPBD, pemerintah daerah hingga perangkat desa serta sejumlah kementerian terkait.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut ditujukan untuk memastikan bantuan dapat bergerak dari titik distribusi menuju masyarakat terdampak tanpa hambatan.

Pemerintah juga terus memantau kebutuhan di masing-masing daerah agar bantuan yang diberikan tetap sesuai dengan kondisi pascabencana.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Direktur Utama Perum Bulog Gempa NTT Bantuan Korban Gempa NTT Bulog BPBD