RADAR JOGJA – Ratusan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami keracunan masal diduga akibat mengkonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG).
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan tidak ada korban jiwa pasca insiden dugaan keracunan massal yang menimpa 293 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam.
Ia menjelaskan, dugaan keracunan tersebut bermula setelah para santri menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar pukul 13.00 WIB.
Memasuki Selasa (1/9/2026) malam, para santri mulai mengeluhkan gejala mual, sesak napas, hingga kejang.
Baca Juga: Bulog Sebut Bantuan Korban Gempa NTT Sudah Menjangkau Tujuh Daerah
Dikutip dari JawaPos, salah seorang santri menceritakan bahwa sebagian besar rekan-rekannya mengalami keluhan serupa usai menyantap hidangan tersebut.
"Hampir 90 persen siswa yang keracunan makan siang dari jatah MBG," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, armada ambulans silih berganti mengevakuasi para korban.
Santri yang bergejala langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan, salah satunya RSUD RT Notoputro Sidoarjo, guna mendapatkan penanganan medis secara cepat.
Secara keseluruhan, para korban dirujuk ke delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo.
Subandi menegaskan bahwa seluruh pasien telah tertangani dengan baik dan beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
Baca Juga: Laga Pembuka Selalu Menyenangkan, pelatih PSS Pieter Huistra Tak Sabar Hadapi Bali United
"Semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyebutkan ada yang meninggal, itu hoaks, tidak benar. Kami sudah memastikan langsung ke rumah sakit," tegas Subandi.
Subandi bahkan turun langsung hingga dua kali untuk mengecek kondisi para santri yang dirawat, termasuk sekitar 58 santri yang dirujuk ke Rumah Sakit Siti Hajar.
"Kami kontrol semuanya, kami cek satu per satu. Pasien yang dirawat di RS Siti Hajar juga tertangani dengan baik," tambahnya.
Ia mengapresiasi penanganan medis yang berjalan cepat karena para santri segera dilarikan ke rumah sakit begitu gejala awal muncul.
Seiring kondisi yang makin membaik, sebagian santri kini sudah diizinkan kembali ke rumah masing-masing.