Perkuat Jalur Sutra Maritim, Macao Gandeng Indonesia Garap Sektor Pariwisata hingga Produk Halal

Heru Pratomo • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 10:07 WIB
Halal
Halal

 

 

JAKARTA – Pemerintah Daerah Administratif Khusus (SAR) Macao menyelenggarakan jamuan resepsi dan Seminar Promosi Ekonomi, Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi di Jakarta pada Minggu (1/9/2026).

Langkah pragmatis ini berhasil membuahkan penandatanganan lebih dari 80 perjanjian kerja sama serta 120 sesi temu bisnis yang mencakup sektor pariwisata, MICE, teknologi tinggi, pengobatan tradisional Tiongkok, hingga pengembangan lingkungan ramah Muslim.

Acara strategis tersebut dihadiri oleh lebih dari 350 tamu penting, di antaranya Kepala Eksekutif SAR Macao Sam Hou Fai, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Susiwijono Moegiarso, dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong.

Baca Juga: Astra Honda Bidik Hasil Terbaik di ARRC Sepang 2026 

 Forum ini dirancang untuk memperkuat kemitraan antara Macao dan Indonesia, baik pada tingkat pemerintahan maupun sektor swasta.

Kepala Eksekutif SAR Macao, Sam Hou Fai, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok dan Rencana Lima Tahun ke-3 SAR Macao akan membuka peluang baru bagi kedua pihak. Menurutnya, posisi Indonesia sebagai tempat lahirnya Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 sejalan dengan peran Macao sebagai simpul penting dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan.

"Dengan memanfaatkan peran Macao sebagai jembatan keterbukaan Tiongkok, kami bertujuan memperkuat kerja sama pragmatis di bidang perdagangan, investasi, MICE, pariwisata, dan budaya," ujar Sam Hou Fai.

Baca Juga: Data Bansos Kacau, Warga Miskin dengan Daya 450 Watt, Tertulis Punya Sembilan Meteran Listrik

Ia menambahkan, pada paruh pertama tahun ini jumlah wisatawan Indonesia ke Macao mencapai sekitar 88.000 kunjungan, menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar sumber wisatawan terbesar di Asia Tenggara. Tren positif ini menunjukkan makin eratnya hubungan dan pertukaran antarmasyarakat kedua wilayah.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, menyambut positif transformasi ekonomi Macao di bawah prinsip Satu Negara, Dua Sistem.

Ia menilai Macao telah berhasil menjadi pusat daya tarik modal, talenta, dan kreativitas global yang berpotensi besar bagi investasi di Indonesia, khususnya pada sektor konstruksi dan transportasi.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Buka Suara Soal Keracunan MBG di Sidoarjo yang Sebabkan 293 Santri Tumbang

Edi juga menekankan pentingnya kebijakan bebas visa bagi pemegang paspor SAR Macao yang diharapkan semakin mempermudah konektivitas antarnegara.

Ke depan, pemerintah Indonesia optimistis potensi kerja sama dengan Macao masih sangat luas, terutama dalam pengembangan industri produk halal, pengobatan tradisional, dan penguatan jaringan pariwisata.

Editor : Heru Pratomo
macao hubungan bilateral Pariwisata halal indonesia