RADAR JOGJA - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menyisakan kabar duka.
Dua relawan pemadam kebakaran yang berada di lapangan dilaporkan meninggal dunia setelah kondisi kesehatan mereka menurun ketika menjalankan tugas di tengah paparan asap.
Salah satu relawan yang meninggal ialah Ahmadin alias Itam Madin.
Ia merupakan anggota Damkar Huma Singgah Itah yang selama ini terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Baca Juga: Perkuat Jalur Sutra Maritim, Macao Gandeng Indonesia Garap Sektor Pariwisata hingga Produk Halal
Sebelum meninggal, Ahmadin sempat mendapat perawatan di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun.
Ia dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas yang diduga berkaitan dengan paparan asap.
Keluhan tersebut bahkan telah dirasakan selama kurang lebih sepekan sebelum akhirnya memperoleh penanganan medis.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar, Dwi Agus Suhartono, membenarkan kabar meninggalnya Ahmadin.
“Kepergian Ahmadin menjadi pukulan bagi keluarga, rekan sesama relawan, serta para petugas yang selama ini berjuang menangani karhutla,” kata Dwi.
Baca Juga: Perkuat Jalur Sutra Maritim, Macao Gandeng Indonesia Garap Sektor Pariwisata hingga Produk Halal
Menurut Dwi, persoalan kesehatan tidak hanya dialami Ahmadin.
Sebelumnya, dua personel Satgas Karhutla juga harus mendapat perawatan di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun.
Hingga kini, salah seorang di antaranya masih berada dalam perawatan.
Kondisi tersebut menggambarkan beratnya medan yang dihadapi para petugas selama penanganan karhutla.
Mereka tidak hanya berhadapan dengan kobaran api, tetapi juga suhu panas, asap yang memenuhi area kerja, serta lokasi kebakaran yang kerap sulit dijangkau.
Baca Juga: MPBI DIY Tolak Draf RUU Pelindungan Ketenagakerjaan karena Penuh Dosa Struktural
Kabar duka serupa datang dari Palangka Raya
Akhmad Rizani, Ketua Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK) Jekan Raya, meninggal dunia setelah enam hari menjalani perawatan di RS Betang Pambelum.
Rizani sebelumnya mengalami penurunan kondisi saat tengah berada di lokasi kebakaran lahan di Jalan Rungan, tepatnya di kawasan belakang Kantor Kecamatan Jekan Raya.
Rekan-rekannya kemudian mengevakuasi Rizani dari area kebakaran agar segera memperoleh pertolongan medis.
Namun, setelah menjalani perawatan selama enam hari, kondisi Rizani tidak membaik. Ia meninggal dunia di rumah sakit pada Kamis (27/8/2026) siang.
Baca Juga: Puluhan Murid MIM di Klaten Diduga Keracunan usai Menyantap MBG, Ini Penampakan Menunya
Kepergian Ahmadin dan Akhmad Rizani menambah panjang catatan duka di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Bagi para relawan dan petugas di lapangan, ancaman tidak hanya datang dari api.
Asap pekat, panas, keterbatasan air, hingga akses menuju titik kebakaran menjadi tantangan yang harus mereka hadapi dalam setiap operasi pemadaman.
Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perlindungan terhadap petugas menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.
Upaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kondisi fisik serta keselamatan mereka yang bekerja langsung di lokasi.
Baca Juga: Bobol Tembok dengan Palu 5 Kg, Residivis Gasak Beras dan Gabah Senilai Rp 6,2 Juta di Magelang
Para relawan berada di salah satu posisi terdepan dalam menghadapi karhutla.
Di tengah kondisi yang serba terbatas, mereka tetap berupaya menahan laju api agar tidak semakin mendekati permukiman dan mengurangi dampak kebakaran terhadap masyarakat.
Editor : Meitika Candra Lantiva