RADAR PURWOREJO - Memilukan, seekor landak ditemukan mati terbakar dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kalimantan.
Tepatnya di kawasan Tahura KM 47, Samboja, Kalimantan Timur.
Awalnya, petugas pemadam menemukan benda mencurigakan yang dikira sawit.
Namun setelah dicermati ternyata seekor landak yang sudah kaku.
Rekaman kondisi tersebut diunggah pada Jumat (4/9/2026).
Peristiwa ini sebagai gambaran bahwa karhutla tidak hanya merusak vegetasi tetapi juga mengancam habitat makhluk hidup sekitar, termasuk satwa di dalamnya.
Baca Juga: Hadapi Moto3 Junior Valencia, Ramadhipa Lanjutkan Perburuan Gelar Juara
Dampaknya sangat panjang dan merusak ekosistem hutan.
Hingga kini, upaya pemadaman api karhutla di Kalimantan terus dilakukan.
Melansir laman resmi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Sabtu (5/9/2026), upaya yang saat ini juga dilakukan yaitu memperkuat jalur pelaporan penyelamatan satwa liar untuk mengantisipasi dampak karhutla lebih parah di Kalimantan.
"Masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar lainnya terdampak karhutla diminta segera menghubungi call center yang akan disosialisasikan lebih masif," terang Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni di Nyaru Menteng, Kalteng, Sabtu (5/9/92026).
Baca Juga: Bawaslu Kota Jogja dan GPM Inisiasi Kampung Anti-Politik Uang
Call center tersebut sebelumnya sudah tersedia dan menjadi bagian dari kerja sama yang selama ini berjalan dan tengah dilakukan di Kalimantan Tengah.
Kementerian Kehutanan menggandeng Balai KSDA Kemenhut Kalteng, serta organisasi konservasi seperti Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Foundation International (OFI) dan Orangutan Foundation UK (OFI UK).
Penguatan dilakukan agar masyarakat lebih cepat mengetahui jalur yang harus dihubungi ketika menemukan satwa liar terdampak karhutla.
“Dan kita berharap nanti setiap masyarakat yang menemukan orang utan atau satwa liar lainnya di kampung mereka, telepon ke nomor ini,” ujar Menhut Raja Antoni.
Baca Juga: Penggerebekan Rumah di Salakan Teras, Satresnarkoba Polres Boyolali Bekuk Tiga Pengedar Sabu
Setelah laporan diterima, tim yang berada paling dekat dengan lokasi akan melakukan penyelamatan.
Mekanisme tersebut diharapkan mempercepat penanganan satwa yang membutuhkan pertolongan.
Selain memperkuat jalur pelaporan, frekuensi patroli penyelamatan satwa juga akan ditingkatkan.
Raja Antoni mengatakan patroli yang sebelumnya dilakukan secara berkala akan diperbanyak intensitasnya.
Sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menemukan orangutan atau satwa liar juga terus dilakukan.
Penguatan sistem pelaporan dinilai penting karena dampak karhutla terhadap satwa tidak hanya berasal dari api, tetapi juga asap.
Baca Juga: Imbas Gempa M 5,4 Cilacap, Perjalanan 21 KA Sempat Dihentikan Sementara oleh Daop 5 Purwokerto
"Upaya penyelamatan satwa akan terus diperkuat seiring penanganan karhutla," tegasnya.
Masyarakat dapat menghubungi call center berikut apabila menemukan satwa liar terdampak Karhutla Kalimantan.
Nomor berikut bisa dihubungi selama 24 jam.
BKSDA KALBAR: 0811 577 6767
BKSDA KALTENG: 0811 5218 500
BKSDA KALTIM: 0821 1333 8181