Gunung Api Lewotolok NTT Meletus, Letusan Terkuat Menampilkan Kolom Abu Mencapai 600 Meter

Melia Indah Puspitasari • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:32 WIB
Gunung Api Lewotolok meletus. (Sumber : X/@punkpinggiran)
Gunung Api Lewotolok meletus. (Sumber : X/@punkpinggiran)

 

RADAR PURWOREJO - Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pagi.

Erupsi terkuat terjadi sekitar pukul 06.11 WITA dengan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 600 meter di atas puncak. 

Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama sekitar 40 detik. 

Erupsi ini menjadi bagian dari peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok dalam 48 jam terakhir.

Baca Juga: Selain Masker dan Kacamata, Siapkan Barang-Barang Berikut untuk Waspadai Abu Vulkanik Krakatau

Sebelumnya, gunung api tersebut juga mengalami beberapa kali erupsi dengan ketinggian kolom abu yang bervariasi. 

Hingga saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok masih berada pada status Level II atau Waspada, sehingga masyarakat di sekitar kawasan gunung api tersebut diminta untuk tetap berhati-hati terhadap potensi peningkatan aktivitas vulkanik. 

Status tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Ili Lewotolok masih perlu mendapatkan perhatian dan pemantauan secara berkala oleh pihak terkait guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi maupun potensi bahaya lainnya. 

Badan Geologi memberikan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi.

Baca Juga: Terkencang di FP Valencia, Ramadhipa Tembus Enam Besar Moto3 Junior

Larangan tersebut juga berlaku pada sektor selatan dan tenggara dengan radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. 

Masyarakat disarankan selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta mengenakan perlengkapan pelindung, terutama untuk bagian mata dan kulit.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan abu vulkanik. 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Kolom Abu Gunung Api Lewotolok Meletus Gunung Api Gunung Ili Lewotolok Nusa Tenggara Timur (NTT)