RADAR PURWOREJO - Hujan deras berturut-turut yang mengguyur wilayah Sumatra Utara sejak Minggu (6/9/2026) memicu banjir bandang di sejumlah titik.
Kabupaten Nias Selatan menjadi salah satu wilayah terpukul paling parah, di mana luapan air terjang hingga merendam fasilitas pendidikan.
Salah satu lokasi terdampak parah yakni SMPN 1 Maniamolo yang berlokasi di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.
Ketinggian air yang cukup tinggi merendam area sekolah dan melumpuhkan total Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada Senin (7/9/2026).
Baca Juga: 3.336 Penerima Bansos di Kulon Progo Terindikasi Judol, 785 di Antaranya Lansia
Imbas derasnya terjangan banjir, berbagai fasilitas vital sekolah seperti meja, kursi, buku-buku perpustakaan, hingga perangkat elektronik dan komputer terendam air bercampur lumpur pekat sebelum sempat dievakuasi.
Dalam unggahan video yang beredar di akun media sosial @indepenSumatera pada Senin (7/9/2026), tampak para guru menerjang genangan air yang mengalir deras demi mengimbau para siswa untuk segera pulang ke rumah masing-masing demi keselamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, mengonfirmasi bahwa rentetan bencana hidrometeorologi ini melanda beberapa titik, termasuk Kabupaten Nias Selatan, Nias Barat, dan Langkat.
Baca Juga: Perkara Masa Jabatan Kapolri Ditarik, MK Akhirnya Kabulkan
Pihak BPBD Kabupaten Nias Selatan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen awal dan pemetaan dampak kerusakan.
"BPBD Sumut terus berkoordinasi dengan BPBD Nias Selatan untuk memantau kondisi di lapangan dan memastikan penanganan terhadap dampak banjir berjalan optimal," ujar Tuahta.
Proses pemulihan serta penanganan darurat di wilayah terdampak diharapkan dapat terealisasi dengan cepat.
BPBD Sumut turut mengimbau warga, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan kawasan rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem susulan.
Editor : Meitika Candra Lantiva
Sumber : Sumut Pos, akun X @indepenSumatera