RADAR PURWOREJO - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) mengungkap adanya temuan tiga jenis bakteri patogen sebagai penyebab kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hasil uji laboratorium tersebut dipaparkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Karo pada Senin (7/9/2026).
Berdasarkan pemeriksaan mikrobiologi oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Dinkes Sumut, sampel makanan yang disajikan kepada siswa terbukti terkontaminasi bakteri berbahaya.
Baca Juga: Menko Zulhas Akui MBG Program Gagal, Tetap Harus Berjalan Karena Amanat Konstitusi
Sampel nasi ditemukan positif mengandung Bacillus cereus, sampel ikan dencis bersaus terkontaminasi Staphylococcus aureus, dan sampel buah melon terdeteksi mengandung Escherichia coli (E. coli).
Selain pada sampel makanan, bakteri Bacillus cereus juga terdeteksi pada spesimen sisa muntahan para korban.
Meski demikian, hasil pengujian pada sampel makanan yang diambil langsung dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menunjukkan hasil negatif untuk seluruh jenis bakteri.
Baca Juga: Kimpul Mendadak Viral, Ibu Black Sheep Sulap Umbi Lokal Jadi Kuliner Kekinian
Temuan ini mengindikasikan bahwa makanan berada dalam kondisi steril saat diproses di dapur, sehingga dugaan kontaminasi diperkirakan terjadi setelah makanan keluar dari fasilitas pengolahan.
Pengungkapan hasil laboratorium tersebut memicu kemarahan para orang tua siswa yang hadir dalam RDP.
Pihak keluarga korban menuntut pertanggungjawaban penuh dari SPPG atas insiden keracunan yang menimpa anak-anak mereka.
Editor : Meitika Candra Lantiva