RADAR PURWOREJO - Dampak fatal akibat kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terus menyita perhatian publik.
Salah satu korban terparah, Febiola Br Purba, siswi SMK Swasta Bersama Berastagi, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius hingga kehilangan ingatan dan mengalami penyakit ginjal pascainsiden tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RSUP H Adam Malik Medan, Febiola diduga terpapar racun jamur yang menyerang sistem saraf.
Kondisi ini memicu penurunan daya ingat hingga 70 persen, yang membuat korban kesulitan mengenali keluarga serta lingkungan sekitarnya.
Baca Juga: Usia Boleh Senja, Semangat Berkarya Tak Ikut Tua
Selain itu, Febiola juga mengalami kendala dalam berbicara, trauma terhadap keramaian, serta komplikasi ginjal yang memaksanya rutin menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kondisi memprihatinkan tersebut memicu kemarahan keluarga.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Karo, ibu korban, Elvinus Lusiana Sitanggang, meluapkan kekecewaannya di hadapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak terkait.
Elvinus mempertanyakan kepedulian serta tanggung jawab SPPG dan pemerintah atas dampak fatal yang menimpa anaknya.
Ia mengungkapkan bahwa hasil tes urine menunjukkan adanya kandungan bakteri yang diduga kuat berasal dari makanan program MBG yang dikonsumsi Febiola.
Baca Juga: Menko Zulhas Akui MBG Program Gagal, Tetap Harus Berjalan Karena Amanat Konstitusi
Selain menuntut pertanggungjawaban penyedia makanan, pihak keluarga juga menyayangkan prosedur penanganan medis di rumah sakit yang dinilai kurang tepat karena terlalu banyak memberikan suntikan obat anti-nyeri dan antibiotik kepada pasien keracunan.
Pihak keluarga makin kecewa lantaran hingga saat ini dinilai belum ada perhatian langsung maupun pemantauan kondisi korban dari pihak SPPG.
Editor : Meitika Candra Lantiva