Pendaki Ilegal Hilang di Gunung Semeru, Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Lemas 

Rahmawati Wulandari • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:55 WIB
Muhammad Isa Daus Wasa (20), pendaki ilegal Gunung Semeru asal Kediri, saat mendaki (kiri) dan usai dievakuasi Tim SAR (kanan)
Muhammad Isa Daus Wasa (20), pendaki ilegal Gunung Semeru asal Kediri, saat mendaki (kiri) dan usai dievakuasi Tim SAR (kanan)

MALANG – Seorang pendaki yang melakukan pendakian secaara ilegal di Gunung Semeru, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sempat dilaporkan hilang setelah terpisah dari rombongannya. Pendaki bernama Muhammad Isa Daus Wasa (20), asal Kota Kediri, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi lemas akibat kelelahan dan kelaparan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 7 Septeber 2026. Isa diketahui melakukan pendakian bersama tujuh orang temannya melalui jalur Purbakala di Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Jalur tersebut merupakan jalur ilegal karena akses pendakian Gunung Semeru masih ditutup. 

Berdasarkan informasi yang beredar, rombongan mulai melakukan pendakian sekitar pukul 07.00 WIB. Saat perjalanan, sekitar pukul 19.00 WIB, Isa mengalami kondisi lemas dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. Kondisi tersebut membuat tujuh rekannya untuk mencari bantuan ke petugas. 

Sekitar pukul 20.00 WIB, pendaki tersebut kemudian dievakuasi melalui jalur Desa Tamansatriyan, Kecamatan Tirtoyudo. Petugas Basarnas bersama sejumlah pendaki yang berada di lokasi menemukan rombongan tersebut. Namun, Isa masih berada di atas dan diketahui tidak kuat untuk melanjutkan perjalanan turun.

Baca Juga: 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Ada yang Pakai Uang Kantor

Pencarian terhadap Isa dilanjutkan pada Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. Tim yang terdiri atas Basarnas, Perhutani, relawan, pendaki berpengalaman, serta masyarakat sekitar melakukan penyisiran berdasarkan titik terakhir keberadaan korban.

Setelah beberapa jam pencarian, sekitar pukul 14.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Isa di Batas vegetasi jalur selatan Purbakala pada titik koordinat sekitar 8°06'27.91"S 112°54'30.53"E dengan Elevasi permukaan tanah 2.903, 88 mdalam kondisi lemas karena kelaparan dan masih membutuhkan bantuan untuk proses evakuasi.

Proses evakuasi kemudian berlangsung hingga sekitar pukul 18.45 WIB. Isa dibawa menuju Posko Jejawar, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah itu, korban direncanakan menjalani pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dalam informasi tersebut, petugas juga menegaskan bahwa jalur yang digunakan rombongan merupakan jalur ilegal dan setelah kejadian tersebut seluruh jalur pendakian ilegal ditutup. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi calon pendaki untuk tidak memaksakan pendakian ketika kawasan masih ditutup.

Pendakian melalui jalur yang tidak resmi juga dpaat meningkatkan risiko tersesat dan menyulitkan proses pertolongan ketika terjadi keadaan darurat. Karena itu, pendaki diimbau selalu mengikuti ketentuan dan menggunakan jalur pendakian resmi demi keselamatan. 

Editor : Bahana.
pendaki hilang semeru Gunung Semeru tim sar