RADAR JOGJA — Setelah 34 tahun hidup dalam rantai dan digunakan untuk aktivitas penebangan kayu, seekor gajah betina bernama Mon akhirnya mendapatkan kesempatan menjalani kehidupan yang lebih alami.
Mon kini tinggal di MandaLao Elephant Conservation, Luang Prabang, Laos. Di kawasan konservasi tersebut, Mon memiliki kebebasan untuk menjelajah hutan, bermain di air, serta melakukan berbagai perilaku alami tanpa harus bekerja maupun menjadi bagian dari aktivitas hiburan.
Kisah penyelamatan Mon dibagikan Aaron Jackson, pendiri organisasi nirlaba Planting Peace. Dalam video yang beredar di media sosial, Mon tampak menikmati air di kawasan konservasi tersebut.
Jackson menyebut momen itu menjadi salah satu pengalaman berenang pertama Mon setelah terbebas dari kehidupan panjang yang penuh eksploitasi. Mon juga tercatat sebagai gajah ke-45 yang berhasil diselamatkan melalui program tersebut.
Baca Juga: Viral, Di iming-imingi Bakso Gratis, Anak Ini Diduga Jadi Korban Pelecehan
Setelah menjalani proses penyelamatan, Mon kemudian ditempatkan di MandaLao Elephant Conservation. Kawasan tersebut memberikan ruang bagi para gajah untuk bergerak bebas di habitat berupa hutan dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
MandaLao Elephant Conservation mulai beroperasi pada 2016. Kawasan konservasi ini menerapkan larangan terhadap aktivitas menunggangi gajah dan menjadi tempat perlindungan bagi gajah dengan usia beragam, mulai sekitar enam tahun hingga lebih dari 60 tahun.
Sebagian gajah yang kini berada di kawasan tersebut sebelumnya bekerja di kamp penebangan kayu maupun industri pariwisata. Kondisi kehidupan mereka sebelum diselamatkan dinilai kurang mendukung kesejahteraan dan perilaku alami gajah.
Kawasan konservasi itu membentang sekitar 200 hektare hutan di tepian Sungai Nam Khan. Lingkungan tersebut memberikan kesempatan bagi gajah untuk kembali menjalani aktivitas yang lebih mendekati kehidupan alaminya.
Kisah Mon juga menjadi gambaran mengenai tantangan konservasi gajah di Laos. Negara yang secara historis dikenal dengan nama Lan Xang atau “tanah sejuta gajah” tersebut kini diperkirakan hanya memiliki sekitar 400 ekor gajah liar.
Penurunan populasi gajah di Laos dipengaruhi berbagai ancaman. Mulai dari perburuan, berkurangnya habitat akibat penebangan hutan, hingga dampak konflik bersenjata.
Perjalanan Mon menuju kehidupan baru menunjukkan pentingnya upaya penyelamatan dan perlindungan terhadap satwa yang sebelumnya dieksploitasi. Setelah puluhan tahun hidup dalam rantai dan bekerja, Mon kini memiliki kesempatan untuk berjalan di hutan, bermain di air, dan menjalani hidup tanpa tuntutan pekerjaan.
Baca Juga: Bikin Heran! Motor yang Dimaling di Mangkang Wetan Mendadak Kembali, Pelaku Tinggalkan Surat Maaf
Video yang memperlihatkan perjalanan Mon menikmati kehidupan barunya pun menarik perhatian publik internasional setelah tersebar di media sosial.
Kebebasan tersebut menjadi babak baru bagi Mon sekaligus pengingat bahwa konservasi bukan hanya tentang menjaga populasi satwa liar, tetapi juga memberikan kesempatan bagi satwa yang pernah dieksploitasi untuk kembali hidup dengan lebih layak.