MAKASSAR – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, belum juga berakhir. Hampir sepekan, masyarakat harus menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar di sejumlah SPBU.
Pemandangan antrean kendaraan kini nyaris terlihat di berbagai wilayah Kota Makassar. SPBU yang biasanya menjadi tempat pengisian bahan bakar dengan cepat, berubah menjadi titik kerumunan kendaraan yang mengular hingga ke bahu jalan.
Panjangnya antrean bahkan berdampak pada arus lalu lintas. Sejumlah ruas jalan utama mengalami kemacetan akibat kendaraan yang mengantre BBM memenuhi akses di sekitar SPBU.
Kondisi tersebut berlangsung hampir sepanjang hari. Antrean sudah terlihat sejak subuh dan terus berlanjut pada siang, sore hingga malam hari. Bahkan ketika pagi kembali tiba, kendaraan masih terlihat memadati sejumlah SPBU.
Baca Juga: 38 Provinsi Pamer Budaya Nusantara di Pawai Ta’aruf MTQ Nasional 2026 Semarang
Para pengendara pun harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM dan memastikan kendaraan mereka tetap bisa digunakan untuk beraktivitas.
Panjangnya antrean serta kondisi cuaca yang terik juga mulai menimbulkan persoalan lain. Sejumlah pengantre dilaporkan mengalami kelelahan hingga jatuh pingsan karena terlalu lama berada dalam antrean.
Kelangkaan BBM tersebut turut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga mulai mengantisipasi kemungkinan munculnya dampak lanjutan terhadap kebutuhan sehari-hari apabila persoalan pasokan tidak segera teratasi.
Kekhawatiran itu salah satunya disampaikan pengguna media sosial @dandiojol melalui kolom komentar.
"Sekarang mah banyakin nabung kurangin beli sesuatu yang sifatnya keinginan, karna kita ga tau kedepannya kaya apa kondisinya, ini baru bensin belum yang lain," tulisnya.
Di tengah situasi tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengusulkan pengaturan khusus untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar SPBU.
Munafri mendorong agar kendaraan berukuran besar, seperti truk dan bus, memiliki waktu khusus untuk melakukan pengisian BBM. Pengisian bagi kendaraan tersebut diusulkan berlangsung pada malam hingga dini hari, mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WITA.
Menurut Munafri, kendaraan besar yang mengantre bersama sepeda motor dan mobil pribadi dapat memperparah kepadatan lalu lintas. Kondisi tersebut semakin terasa pada SPBU yang berada di kawasan dengan akses jalan terbatas.
Baca Juga: Karnaval SKNC 2026 Pekalongan Memakan Korban, Satu Peserta Meninggal Dunia
Karena itu, skema pembagian waktu dan layanan dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurai kepadatan. Nantinya, sebagian SPBU dapat diarahkan melayani kendaraan besar pada jam tertentu.
Sementara SPBU lainnya dapat lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan masyarakat yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Usulan tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan kendaraan sekaligus menjaga agar akses jalan di sekitar SPBU tidak semakin terganggu selama kelangkaan BBM masih berlangsung.