Sopir Asal Toraja Diduga Ditembak KKB di Wamena, Sebelumnya Dipaksa Rekam Video Papua Merdeka

Rahmawati Wulandari • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 11:40 WIB
Foto kolase memperlihatkan kondisi mobil yang diduga digunakan sopir asal Toraja, Aris Sanda, serta suasana saat korban berada bersama sejumlah orang bersenjata di jalur Wamena–Nduga
Foto kolase memperlihatkan kondisi mobil yang diduga digunakan sopir asal Toraja, Aris Sanda, serta suasana saat korban berada bersama sejumlah orang bersenjata di jalur Wamena–Nduga

WAMENA – Seorang sopir lajuran asal Toraja, Sulawesi Selatan, Aris Sanda (45), dilaporkan menjadi korban aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di jalur Trans Wamena–Nduga, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).

Aris diduga diserang saat mengemudikan kendaraan yang membawa penumpang dari Wamena menuju Mbua. Insiden tersebut dilaporkan terjadi di kawasan tanjakan Gunung Boy ketika kendaraan korban dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata.

Saat kejadian, Aris diketahui membawa sejumlah penumpang. Mereka di antaranya Pendeta TH (38), Ns (23), Ps (32), Se (26), Yt (18), Gr (11), Sa (13), serta dua penumpang lainnya berinisial Di dan Si.

Para penumpang disebut diperintahkan turun dan berjalan menuju arah Napua. Sementara Aris, yang merupakan warga pendatang asal Toraja, tetap ditahan oleh kelompok bersenjata tersebut.

Sebelum muncul kabar mengenai penembakan, Aris disebut sempat diminta membuat sebuah video. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, korban tampak berada bersama sejumlah pria yang membawa senjata.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta X Polda DIY, Puluhan Pengemudi Ojek Online Ikuti Edukasi Keselamatan Berkenda

Dalam video itu, Aris diduga diarahkan untuk menyampaikan pernyataan mengenai dukungannya terhadap Papua merdeka. Ia juga disebut menyampaikan bahwa dirinya telah bekerja sebagai sopir dan melayani masyarakat di Papua sejak 2013.

Tidak lama setelah rekaman tersebut dibuat, beredar informasi bahwa Aris telah ditembak. Kendaraan lajuran yang digunakan untuk membawa penumpang juga dilaporkan dibakar di lokasi kejadian.

Kelompok TPNPB Kodap III Ndugama Darakma kemudian menyatakan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Meski demikian, sejumlah detail mengenai kronologi peristiwa dan kondisi korban masih belum dapat dipastikan secara independen.

Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan penanganan di lokasi. Hingga Rabu (16/9/2026), Satgas Operasi Damai Cartenz menyatakan masih melakukan respons serta penyelidikan terkait laporan tersebut.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan personel yang bergerak menuju lokasi kejadian belum menemukan keberadaan korban. Karena itu, kondisi Aris hingga saat ini belum dapat dipastikan secara resmi.

Peristiwa tersebut kembali menambah daftar aksi kekerasan bersenjata yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan. Aparat masih mendalami informasi yang beredar untuk memastikan rangkaian kejadian sekaligus mengetahui kondisi terkini korban.

Editor : Bahana.
Papua Pegunungan Operasi Damai Cartenz KKB Papua Wamena Aris Sanda