TOLITOLI – Mohammad Yasin, seorang guru honorer sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, harus kehilangan pekerjaannya setelah video dirinya mengenakan riasan wajah saat mengajar menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, Yasin terlihat menggunakan makeup ketika berada di lingkungan sekolah dan menjalankan aktivitas mengajar. Unggahan tersebut kemudian mengundang beragam komentar dari warganet.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tolitoli pun merespons viralnya video tersebut. Pihak dinas memanggil kepala sekolah dan Yasin untuk meminta penjelasan sekaligus memberikan pembinaan.
Yasin diketahui bukan aparatur sipil negara (ASN) ataupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Ia berstatus sebagai guru honorer atau guru lepas.
Setelah videonya menjadi perhatian publik, Yasin menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial pada Jumat (11/9/2026). Ia menjelaskan bahwa riasan yang dikenakannya dalam video tersebut merupakan makeup sederhana.
Baca Juga: Fakta Baru OTT Terbesar dalam Sejarah: KPK Sita Rp 106,3 Miliar dari Kasus Suap HGB Summarecon
Menurut Yasin, riasan itu digunakan agar wajahnya tidak terlihat pucat ketika berada di depan kamera. Ia juga menegaskan tidak memiliki maksud untuk merendahkan, melecehkan, ataupun mengajak murid-muridnya meniru penampilannya.
Perkembangan kasus tersebut berlanjut pada pertengahan September 2026. SD Negeri 1 Ogotua diketahui telah mengakhiri tugas Yasin sebagai guru honorer.
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Firmanza membenarkan adanya pemberhentian tersebut. Ia menjelaskan, keputusan terkait tenaga guru honorer berada dalam kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Tolitoli.
Pemberhentian Yasin dituangkan melalui surat bernomor 045.2/048/SDN1.OGOTUA/DISDIKBUD/IX/2026 yang diterbitkan pada 12 September 2026.
Berdasarkan laporan yang beredar, pihak sekolah menyebut keputusan tersebut diambil setelah melalui evaluasi internal serta mempertimbangkan norma dan etika yang berlaku di lingkungan sekolah. Namun, surat pemberhentian tersebut tidak menjelaskan secara terperinci tindakan atau kejadian tertentu yang menjadi dasar evaluasi.
Kasus Yasin mencuat setelah video yang berkaitan dengan penampilan pribadinya tersebar luas di media sosial.
Baca Juga: Viral! Usai Tombak Penyu di Raja Ampat, WNA Asal China Langsung Ditangkap
Persoalan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak sekolah bersama dinas pendidikan setempat melalui klarifikasi, pembinaan, hingga keputusan pemberhentian.