Pertamina Hidupkan Kembali Potensi Sumur Sepinggan V-7 Balikpapan, Produksi Capai 710 BOPD

Rayhan Nafi Ulwan • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 11:07 WIB
Ilustrasi Wilayah kerja migas lepas pantai. (Dok PHE)
Ilustrasi Wilayah kerja migas lepas pantai. (Dok PHE)

 

RADAR PURWOREJO - PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melakukan pengembangan terhadap sumur migas yang telah beroperasi selama puluhan tahun di kawasan Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mempertahankan sekaligus menambah produksi minyak dan gas untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Salah satu aset yang kembali dioptimalkan adalah Sumur Sepinggan V-7.

Setelah melalui serangkaian pekerjaan teknis, sumur tersebut mampu menghasilkan minyak sekitar 710 barel per hari (BOPD). 

Baca Juga: Berkreasi dengan Daun, Stan Batik Stamping di FKY 2026 Jadi Rebutan Pengunjung

Angka itu tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sasaran produksi yang sebelumnya ditetapkan.

Tak hanya minyak, Sumur V-7 juga menghasilkan gas sekitar 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Perolehan tersebut berada di atas target awal produksi gas yang ditetapkan sebesar 0,5 MMSCFD.

Hasil itu diketahui berdasarkan pengujian produksi yang dilakukan pada 1 September 2026. 

Optimalisasi sumur dilakukan dengan mencari kembali jalur menuju lapisan yang dinilai masih menyimpan potensi hidrokarbon.

Baca Juga: Pemukulan gegara Status WA di Kota Magelang Diselesaikan lewat Restorative Justice

Pekerjaan diawali dengan fishing, yakni penanganan hambatan yang berada di dalam sumur agar akses ke bagian bawah sumur dapat kembali terbuka.

Setelah akses menuju zona potensial pada kedalaman kurang lebih 13.000 kaki berhasil diperoleh, PHKT meneruskan pekerjaan melalui workover atau pengerjaan ulang sumur.

Tahap berikutnya dilakukan dengan perforasi pindah lapisan pada bagian yang dianggap memiliki peluang menghasilkan minyak dan gas. 

General Manager Zona 10 PHKT Darmapala mengatakan keberadaan sumur yang sudah berumur puluhan tahun masih dapat dimanfaatkan untuk menjaga produksi selama peluang pengembangannya dikaji dengan tepat.

Baca Juga: Akan Dibangun Setinggi 15 Meter, Monumen Paku Bumi Bakal Jadi Landmark Baru Kota Magelang

“Upaya optimalisasi sumur-sumur migas existing menjadi strategi PHKT untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas melalui optimalisasi aset yang sudah beroperasi puluhan tahun dan sudah mature. Kami terus mengkaji setiap peluang pengembangan terus dikaji dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, efektivitas, efisiensi, dan keandalan operasi,” jelas Darmapala. 

Menurut Darmapala, hasil dari Sumur V-7 memperlihatkan bahwa aset yang sudah lama berproduksi masih dapat memberikan tambahan produksi apabila dikembangkan menggunakan pendekatan yang sesuai.

“Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali dan dikembangkan untuk memberikan kontribusi bagi keberlanjutan produksi migas PHKT sejalan dengan visi dan misi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk usaha, untuk terus berkontribusi terhadap ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” ujar Darmapala. 

Baca Juga: Geruduk Kantor Gubernur DIY, Buruh Protes Celah Kontrak Kerja Lebih dari Empat Tahun dalam RUU Baru

Keberhasilan tersebut mendapat perhatian dari SKK Migas. Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri menilai optimalisasi aset yang telah tersedia dapat menjadi salah satu ruang untuk mencari tambahan produksi, khususnya pada lapangan yang telah memasuki fase matang.

“Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari target,” ujar Haryanto. 

Ia berharap pengembangan serupa terus dilakukan sehingga potensi yang masih tersimpan pada aset migas lama dapat dimanfaatkan dan memberikan tambahan produksi bagi pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Baca Juga: Akan Dibangun Setinggi 15 Meter, Monumen Paku Bumi Bakal Jadi Landmark Baru Kota Magelang

 

“Ke depan, kami akan terus mendorong upaya-upaya seperti ini. Harapannya, semakin banyak potensi yang bisa dioptimalkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi keberlanjutan produksi migas guna memenuhi kebutuhan energi nasional,” tambah Haryanto. 

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada pembukaan sumur atau lapangan baru.

Pemanfaatan kembali aset yang telah tersedia melalui pekerjaan teknis dan evaluasi potensi lapisan menjadi salah satu pendekatan yang dapat ditempuh untuk mempertahankan pasokan minyak dan gas.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) sumur migas Sumur Sepinggan V-7 Balikpapan produksi minyak dan gas pertamina