PAMEKASAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, paket makanan yang dikirim ke SMAN 2 Pamekasan, Jawa Timur, ditolak pihak sekolah setelah ditemukan ikan lele dalam kondisi yang dinilai masih mentah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 9 Maret 2026. Video paket MBG yang berisi lele kemudian beredar di media sosial dan memicu perhatian publik.
Dalam paket yang diterima sekolah, terdapat dua potong tempe, dua potong tahu, serta seekor ikan lele yang belum melalui proses pemasakan. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah memilih tidak membagikan makanan kepada siswa karena mempertimbangkan aspek keamanan pangan.
Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin, mengatakan penolakan dilakukan sebagai langkah kehati-hatian. Terlebih, makanan tersebut dikhawatirkan cepat mengalami kerusakan dan berpotensi memengaruhi komponen makanan lainnya.
Baca Juga: Viral Video P0rno “A Day in My Life” Berujung Penangkapan, Polisi Ungkap 20 Konten dan Grup Berbayar
Penolakan paket MBG tersebut berlaku untuk distribusi makanan selama tiga hari, yakni pada 9 hingga 11 Maret 2026.
BGN Sebut Lele Sudah Dimarinasi
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian Badan Gizi Nasional (BGN). Berbeda dengan anggapan yang muncul setelah video beredar, BGN menjelaskan bahwa ikan yang terlihat dalam paket bukan sekadar lele mentah, melainkan lele yang telah melalui proses marinasi.
Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan marinasi dilakukan sebagai bagian dari persiapan bahan makanan sebelum proses pengolahan lebih lanjut.
Menurutnya, proses tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kandungan gizi sekaligus ketahanan bahan pangan sebelum ikan diolah.
BGN juga menjelaskan bahwa video yang beredar di media sosial tidak menampilkan keseluruhan menu MBG yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain lele marinasi, paket tersebut disebut berisi tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.
Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Meski telah memberikan klarifikasi mengenai kondisi ikan, polemik tersebut tetap berujung pada penghentian sementara operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan.
BGN menyebut penghentian dilakukan untuk memberikan kesempatan evaluasi dan pembinaan sekaligus memperbaiki proses pengolahan serta penyajian makanan.
Baca Juga: Hari Ke-9 Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Basarnas Evakuasi Tiga Orang di Badan Kapal
SPPG tersebut baru dapat kembali beroperasi setelah proses evaluasi dan perbaikan dinyatakan selesai.
Kasus di SMAN 2 Pamekasan kembali menunjukkan pentingnya memastikan seluruh makanan dalam program MBG memenuhi standar keamanan pangan sebelum didistribusikan kepada siswa.
Di sisi lain, klarifikasi BGN menyebut ikan yang menjadi sorotan merupakan bagian dari proses persiapan makanan dan telah melalui tahap marinasi.
Evaluasi terhadap SPPG diharapkan dapat menjadi langkah perbaikan agar pelaksanaan MBG berjalan lebih baik serta memastikan makanan yang diterima siswa aman, layak konsumsi, dan sesuai ketentuan.
Editor : Bahana.