RADAR PURWOREJO - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan kembali berbagai fasilitas publik di daerah terdampak bencana di Pulau Sumatera.
Hal ini disampaikan melalui situs Kementerian PU, Rabu (23/9/2026).
Fasilitas publik yang dibangun kembali adalah fasilitas umum, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur sumber daya air.
Tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pemulihan pascabencana kini memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.
Baca Juga: New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru
Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pemulihan pascabencana Sumatera terus dilakukan secara bertahap.
Setelah akses darurat dipulihkan untuk menghubungkan masyarakat, penanganan dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen agar fungsi infrastruktur dapat kembali berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
“Yang kita kejar bukan hanya konektivitas kembali tersambung, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun kembali dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal bagi masyarakat,” kata Menteri Dody.
Hingga 22 September, program rehabilitasi dan rekonstruksi Kementerian PU di tiga provinsi terdampak mencakup 370 fasilitas ibadah, 121 fasilitas kesehatan, dan 364 fasilitas pendidikan keagamaan.
Baca Juga: Tak Hanya untuk Anak, Minyak Ikan juga Berkhasiat bagi Orang Dewasa, Ternyata ini Rahasianya!
Pada fasilitas ibadah, Provinsi Aceh memiliki 137 fasilitas yang masuk dalam daftar, dengan 109 lokasi yang sedang dikonstruksi.
Di Provinsi Sumatera Utara, terdapat 208 fasilitas dengan 64 lokasi mulai dikonstruksi. Sedangkan di Sumatera Barat terdapat 25 fasilitas dengan tiga lokasi telah mulai dikonstruksi.
Untuk fasilitas kesehatan, program menargetkan 50 fasilitas di Aceh, dengan 43 sedang dalam tahap konstruksi.
Sumatera Utara 36 fasilitas dengan 21 sedang dikonstruksi. Kemudian, di Sumatera Barat terdapat 35 fasilitas dengan 17 lokasi yang sedang dikonstruksi.
Baca Juga: Tolak Fitur Turbo Berbayar Rp 15 Ribu, Ratusan Ojol Maxim Segel Kantor Cabang Jogjakarta
Selanjutnya, fasilitas pendidikan keagamaan juga dikonstruksi.
Di Aceh terdapat 207 madrasah dan 69 pondok pesantren, Sumatera Utara 57 madrasah, serta Sumatera Barat 29 madrasah dan dua pondok pesantren yang masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Selain itu, pemulihan infrastruktur sumber daya air terus berjalan untuk mengembalikan fungsi sungai dan mencegah bencana susulan.
Dari 14 bendung kewenangan pusat yang terdampak, empat selesai ditangani saat tanggap darurat, sembilan dalam penanganan lanjutan, dan satu sedang dikerjakan.
Baca Juga: Istri Tersangka Dugaan Pemerkosaan Ponpes Ash-Sholihah Bawa DM Instagram ke Polda DIY
Pada fase tanggap darurat, Kementerian PU telah menormalisasi 38 dari 94 sungai kewenangan pusat, serta menyelesaikan normalisasi enam muara sungai.
Kementerian PU juga menargetkan pembangunan 111 unit pengendali sedimen (Sabo Dam), yang mencakup 97 Sabo Dam (termasuk 12 Oprit) dan 14 Sand Pocket.
Saat ini, enam Sabo Dam sedang dibangun di Gayo Lues, Tapanuli Tengah, dan Tanah Datar.
Melalui rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik ini, Kementerian PU memastikan pemulihan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga mendukung kembalinya aktivitas serta pelayanan masyarakat.
Editor : Meitika Candra Lantiva