Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Surakman Teridentifikasi, Tangis Haru Pecah di Rumah Duka

Rahmawati Wulandari • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:33 WIB
Surakman (60), ABK KM Arupadhatu 1 yang menjadi korban hilang kontak di perairan Selat Sunda, berhasil teridentifikasi melalui tes DNA oleh tim DVI Pusdokkes Polri.
Surakman (60), ABK KM Arupadhatu 1 yang menjadi korban hilang kontak di perairan Selat Sunda, berhasil teridentifikasi melalui tes DNA oleh tim DVI Pusdokkes Polri.

PANDEGLANG – Tangis haru pecah di kediaman Surakman (60), anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1, di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Keluarga akhirnya mendapat kepastian mengenai keberadaan Surakman setelah hampir beberapa hari menunggu kabar sejak kapal yang ditumpanginya hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Surakman merupakan salah satu dari delapan orang yang berada di dalam KM Arupadhatu 1. Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga kru ketika dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026.

Kepastian identitas Surakman diperoleh setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri melakukan identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan di sekitar Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September 2026.

Baca Juga: Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik di Tiga Provinsi Sumatera Pascabencana

Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data antemortem yang diperoleh dari keluarga dengan data jenazah. Pemeriksaan DNA kemudian memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Surakman.

Kabar tersebut sontak membawa kesedihan sekaligus kelegaan bagi keluarga. Setelah identitas dipastikan, keluarga akhirnya dapat mempersiapkan proses pemulangan jenazah hingga pemakaman.

Selama masa pencarian, keluarga Surakman terus melakukan berbagai ikhtiar. Pengajian dan doa bersama rutin digelar di rumah untuk mendoakan Surakman serta korban lainnya yang hingga saat itu masih dalam pencarian.

Kakak Surakman, Ratna, mengaku terpukul setelah mengetahui adiknya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Di mata keluarga, Surakman merupakan sosok pekerja keras. Sejak kecil, ia sudah terbiasa bekerja dan menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.

Setelah proses identifikasi rampung, jenazah Surakman dipulangkan dari Bengkulu menuju Jakarta. Dari Jakarta, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Pandeglang.

Setibanya di rumah duka, jenazah disalatkan sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Ki Demang, Desa Carita.

Pemulangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang keluarga untuk mendapatkan kepastian mengenai nasib Surakman.

Baca Juga: New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

Meski demikian, pencarian terhadap korban lain yang berada di KM Arupadhatu 1 masih menjadi perhatian. Upaya pencarian terus dilakukan untuk menemukan seluruh korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

 

Editor : Bahana.
Selat Sunda KM Arupadhatu 1 Surakman DVI Polri Pandeglang