RADAR PURWOREJO - Demonstrasi buruh kembali digelar di pusat Kota Jakarta, Kamis (24/9) sekitar pukul 10.00.
Demonstrasi kali ini dilakukan untuk mengawal Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.
Serikat buruh menurunkan 50 ribu massa dalam aksi hari ini yang berasal dari Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan DKI Jakarta dengan menggunakan sepeda motor.
Titik kumpul ditetapkan di Semanggi lalu bergerak menuju Kawasan UOB Plaza, sebelum Grand Indonesia (GI).
Baca Juga: Hindari Simpang Siur, Penjelasan PVMBG Soal Daratan Baru di Dekat Krakatau
Massa membawa 11 poin tuntutan terkait pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, yang mencakup:
1. Mewujudkan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh.
2. Menjamin kepastian kerja, menghentikan eksploitasi sistem outsourcing dan pekerja kontrak, serta mencegah penyalahgunaan sistem pemagangan.
3.Menjamin hak buruh atas upah yang layak dan bermartabat, termasuk menghapus sistem koefisien nilai tertentu yang dinilai tidak jelas.
Baca Juga: Pembobolan Gudang Kosmetik di Jogonalan Klaten, Uang Rp 490 Juta Raib
4. Menjamin dan melindungi pekerja platform, termasuk pekerja media, pengemudi ojek online (ojol), serta pekerja yang terdampak transisi iklim.
5. Menjamin hak pesangon buruh dan mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.
6. Memperkuat serikat pekerja dan menjamin kebebasan berserikat.
7. Menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja serta kesejahteraan pekerja sebagai tujuan utama pembangunan.
8. Memberikan sanksi dan menegakkan hukum terhadap perusahaan yang melanggar hak-hak buruh.
9. Menjamin dan melindungi buruh perempuan, termasuk terkait hak cuti haid, agar pekerja tidak diwajibkan menyertakan surat dokter atau menyatakan dirinya sakit.
10. Memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan pekerja rentan lainnya.
Baca Juga: Mencoba Kereta Api Rail Clinic Milik PT KAI, Jadi RS Berjalan, Ada Poli Gigi hingga Literasi Anak
11. Menjalankan program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan keterampilan baru (reskilling) bagi buruh Indonesia untuk menghadapi peralihan dari pekerjaan konvensional menuju teknologi dan otomatisasi.
Sehubungan dengan tuntutan tersebut, sejumlah pimpinan konfederasi buruh akan menemui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrachman di Bina Graha.
Tujuannya adalah menyampaikan petisi dan aspirasi buruh untuk kemudian diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, sejumlah ruas jalan berpotensi mengalami kepadatan, yatu Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin, Jalan Gatot Subroto di sekitar Gedung DPR/MPR RI, serta kawasan Monumen Nasional (Monas).
Polda Metro Jaya pu telah menyiapkan 1.550 personel Direktorat Lalu Lintas untuk mengatur arus kendaraan selama aksi berlangsung.
Editor : Meitika Candra Lantiva