Kemen PU Kejar Target Bendungan Jragung Selamatkan Ribuan Hektare Sawah dari Kekeringan dan Rob

As Syifa Dzihni Nafisa • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 15:59 WIB
Proyek Bendungan Jragung yang dibangun di Semarang, Jawa Tengah untuk menanggulangi kekeringan dan banjir rob. (Sumber: PT Brantas Abipraya (Persero))
Proyek Bendungan Jragung yang dibangun di Semarang, Jawa Tengah untuk menanggulangi kekeringan dan banjir rob. (Sumber: PT Brantas Abipraya (Persero))

 

RADAR PURWOREJO - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang mempercepat pembangunan fisik Bendungan Jragung di Semarang, Jawa Tengah yang ditargetkan rampung pada Desember 2026. 

Bendungan berkapasitas 90 juta meter kubik ini diproyeksikan mulai beroperasi pada awal 2027 untuk menopang irigasi 4.500 hektare lahan pertanian, khususnya di wilayah Kabupaten Demak dan sekitarnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, mengungkapkan bahwa progres pembangunan fisik bendungan kini sudah mencapai 97 persen dan sedang memasuki tahap pengisian awal. 

Baca Juga: Astra Motor Resmikan Desa Sejahtera Astra Bengkaung, Dorong Potensi Desa secara Berkelanjutan

Namun, waktu operasional penuh nantinya masih akan bergantung pada curah hujan mengingat sebagian wilayah masih terdampak kemarau panjang.

“Bendungan Jragung sekarang progresnya sudah 97%. Akhir tahun ini, Desember 2026, selesai. Dan akan beroperasi pada 2027 awal. Nanti tergantung curah hujan,” ujarnya.

Langkah percepatan ini sangat penting dilakukan di tengah ancaman kekeringan dan banjir rob yang membayangi kawasan pesisir utara (Pantura) Jawa Tengah. 

Data BBWS Pemali Juana per 21 September 2026 mencatat setidaknya 124 hektare sawah di Kabupaten Demak berada dalam status risiko tinggi gagal panen akibat krisis air dan intrusi air asin.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya intervensi cepat agar pasokan air untuk petani tetap terjaga serta menangani banjir rob. 

Baca Juga: Berat Berpisah, Pemilik Tangisi Buaya Coki Kesayangannya Dipindahkan Ke Penangkaran Ogan Ilir Sumsel

“Saya sudah minta jajaran untuk segera melakukan penanganan. Kita lihat ada sawah yang terdampak kekeringan, sekaligus ada persoalan rob. Yang penting sekarang bagaimana air bisa segera kita hadirkan untuk membantu petani,” ujar Dody dalam keterangan resminya, dikutip Senin (28/9/2026).

Sambil menunggu bendungan beroperasi penuh, Kementerian PU menyiapkan sejumlah solusi jangka pendek, seperti pengerahan unit pompa darurat, bantuan BBM operasional, pembuatan sumur bor, hingga optimalisasi Bendung Karet Wonokerto untuk menahan luapan air laut seperti yang disampaikan Sudarto. 

“Untuk penanganan robnya sendiri, kami mengambil air dari Bendung Karet Wonokerto, kami melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Sekarang sebenarnya sudah kami fungsikan, sehingga sebagian besar lahan pertanian sudah bisa kita aliri air,” terang Sudarto.

Penanganan darurat ini dilakukan melalui sinergi antara BBWS Pemali Juana, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat guna mempertahankan produktivitas lahan pertanian warga. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Kemen PU Target Bendungan Jragung Kekeringan dan Rob Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana semarang