Sebuah dompet berisi uang tunai Rp13 ribu, KTP milik Maolana Purwa Wibowo, serta KTP mendiang neneknya menjadi bagian dari barang yang ditemukan bersama jenazah pemuda tersebut.
Barang-barang sederhana itu seolah menggambarkan perjalanan Maolana, 18, yang berangkat dari Desa Danasri Kidul, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, dengan harapan mengubah kehidupannya melalui pekerjaan di perantauan.
Maolana merupakan salah satu korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Setelah lebih dari dua pekan menjalani proses pencarian dan identifikasi, jenazah Maolana akhirnya berhasil dikenali oleh Tim DVI Polda Kalimantan Selatan pada Senin (28/9/2026).
Jenazah kemudian dipulangkan ke kampung halaman pada Selasa (29/9/2026). Rumah duka di Desa Danasri Kidul pun dipenuhi suasana haru ketika jenazah pemuda yang sebelumnya hendak mencari pekerjaan di Banjarmasin tersebut tiba.
Baca Juga: Viral, Mobil Pengantar MBG Nyelonong Masuk Lapangan Saat Upacara Bendera di SD Subulussalam Aceh
Kepergian Maolana ke Banjarmasin merupakan perjalanan pertamanya menuju kota tersebut. Ia membawa harapan sederhana untuk mendapatkan pekerjaan sekaligus membantu memperbaiki kehidupan keluarganya.
Sejak duduk di bangku SMP, Maolana diketahui tinggal bersama kakek dan neneknya. Setelah sang nenek meninggal dunia, ia kemudian tinggal bersama kakeknya.
Dalam kesehariannya, Maolana dikenal sebagai pemuda yang mau bekerja keras. Berbagai pekerjaan dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Sebelum berangkat merantau, ibunya sempat memberikan uang sebagai bekal perjalanan. Namun, Maolana memilih tidak menerimanya karena tidak ingin menambah beban sang ibu.
Kisah tersebut terasa semakin pilu setelah barang-barang yang ditemukan bersama jenazahnya diperiksa. Di dalam dompet Maolana hanya terdapat uang tunai Rp13 ribu.
Selain uang tersebut, terdapat KTP miliknya dan KTP mendiang neneknya. Sebuah telepon seluler juga ditemukan di saku celananya.
Bagi keluarga, uang Rp13 ribu tersebut bukan sekadar nominal. Barang itu menjadi gambaran tentang bagaimana Maolana memulai perjalanan menuju Banjarmasin dengan bekal yang sangat sederhana.
Ia berangkat membawa harapan untuk mendapatkan pekerjaan, bukan dengan persiapan berlebih ataupun kemewahan. Tujuannya hanya satu, yakni mencoba mengubah kehidupan melalui kesempatan di tanah rantau.
Namun, harapan tersebut harus berakhir sebelum sempat diwujudkan.
Baca Juga: Viral! Bayi Diputar-putar di Atas Asap, Tradisi Ini Bikin Geram Warganet
Perjalanan Maolana menuju Banjarmasin berubah menjadi tragedi setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Masalembo.
Kini, Maolana telah kembali ke Danasri Kidul. Kepulangannya bukan membawa cerita tentang pekerjaan baru atau kehidupan yang lebih baik di perantauan.
Ia justru kembali dalam suasana duka, meninggalkan keluarga yang sebelumnya berharap dirinya pulang membawa kabar tentang perjalanan baru dalam hidupnya.
Editor : Bahana.