RADAR PURWOREJO - Pemadaman listrik total atau blackout melanda wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, mulai Senin pagi (12/10/2026) hingga hari ini (14/10/2026).
Dilansir dari Batam Pos, penyebab pemadaman tersebut disebut akibat dari gangguan pada sistem interkoneksi Batam-Bintan.
Warga setempat mengaku, pemadaman tersebut membuat mereka kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Warga harus terus menggunakan lilin sebagai pengganti lampu untuk beraktivitas maupun menjalankan usaha.
Beberapa toko bahkan terpaksa tutup karena pemilik toko tidak memiliki sumber listrik cadangan untuk menjalankan usahanya.
Baca Juga: Gandrung Sewu 2026 Bakal Diikuti 200 Penari dari Luar Daerah, Tampil dengan Konsep Malam
Tidak hanya itu, blackout tersebut juga menyebabkan komunikasi jarak jauh warga via telepon terganggu.
Akibat listrik yang mati, sinyal di sekitar lokasi lumpuh total.
Warga sampai harus menyalakan genset untuk menyediakan jaringan Wifi agar dapat terus berkomunikasi.
Beberapa warga yang berhasil mengakses internet turut mengabarkan di media sosial terkait kendala yang mereka alami.
“Tolong kami...kami di Bintan (lebih tepatnya bintan utara) kepulauan riau mati listrik dan mati air sudah 48 jam, blackout total… Pulau batam setidaknya ada hidup listrik bergilir sedangkan kami belum nyala listrik sama sekali,” tulis akun @niaroctfrista (14/10/2026).
Untungnya, sekitar pukul 10.14 WIB (14/10/2026) listrik di Bintan sudah mulai menyala setelah padam selama kurang lebih 51 jam.
Baca Juga: Inovasi Jamu Kekinian, Menyegarkan Tubuh Lewat Segelas Kunyit Asam Soda
Manager PLN ULP Tanjunguban, Husni, membenarkan pasokan listrik telah kembali menyala. Namun, proses pemulihan dilakukan secara bertahap di wilayah terdampak.
Pemulihan pasokan listrik secara bertahap diharapkan dapat membantu masyarakat Bintan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan memulihkan operasional usaha yang terdampak.
Meski demikian, kepastian mengenai normalisasi pasokan listrik di Bintan masih perlu terus diinformasikan oleh pemerintah dan PLN kepada warga yang terdampak agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan pemulihan, serta dapat mempersiapkan diri agar dapat terus menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
Editor : Meitika Candra Lantiva
Sumber : Batam Pos