Kendati demikian, Kustini menekankan bahwa kesederhanaan yang mewarnai perayaanan HUT Sleman tak mengurangi makna peringatan hari jadi itu sendiri. Terlebih saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman masih fokus mengembalikan derajat kesehatan dan ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. “Kami terus berupaya meningkatkan protokol kesehatan (prokes) dengan kearifan lokal,” ungkapnya udai sidang paripurna peringatan HUT ke-105 Kabupaten Sleman di Gedung DPRD Sleman kemarin (17/5).
Kustini optimistis, gerakan vaksinasi yang berjalan on the track akan berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan catatan, semua itu harus didukung kesadaran masyarakat untuk taat prokes. Sehingga ke depan tak ada lagi penyintas Covid-19 di Sleman. “Alhamdulillah semua berjalan baik. Pengetatan mikro sukses,” ujar Kustini.
Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta. Menurutnya, upaya pencegahan Covid-19 harus terus dilakukan. Sekaligus untuk menekan beragam pelanggaran prokes di masyarakat. Pemerintah harus bersama-sama mewujudkan masyarakat sejahtera dengan tetap menerapkan prokes. “Itu demi geliatnya perekonomian masyarakat untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” tuturnya.
Haris mengatakan, DPRD selaku lembaga perwakilan rakyat telah melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak pandemi Covid-19. Salah satunya membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Covid -19. “Kami juga turun langsung ke lapangan untuk aksi sosial,” katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu mendukung penuh upaya pemerintah menumbuhkan perekonomian masyarakat. Sebagaimana tagline HUT ke-105 Kabupaten Sleman. Yakni “Optimalisasi Potensi Lokal dalam Rangka Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Masyarakat”.
Menurut Haris, semboyan itu selaras dengan sumber daya alam dan manusia di Sleman yang beraneka ragam. Sehingga pengembangan potensi lokal berbasis komoditas bisa menjadi kunci sukses mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. (mel/yog/er) Editor : Administrator