Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Money Politik, Fenomena yang Muncul Jelang Pemilu

Reren Indranila • Selasa, 5 Desember 2023 | 20:58 WIB
Ilustrasi money politic. (Freepik)
Ilustrasi money politic. (Freepik)

RADAR PURWOREJO - Jelang Pemilu, politic uang atau money politic mulai berseliweran. Money Politic  merupakan suatu fenomena yang kerap muncul saat pemilu akan tiba, baik saat Pilkada atau pemilu tingkat daerah atau pemilu tingkat nasional. Money Politic merupakan suatu fenomena yang sangat rentan dengan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Dengan adanya fenomena tersebut memiliki pengaruh sangat besar terhadap hasil dari pemilihan umum.

Dilansir dari website Bawaslu, Money Politic adalah salah satu upaya atau tindakan yang dilakukan oleh seorang yang  mencalonkan diri sebagai pejabat baik nasional atau daerah dengan memberikan suatu materi untuk mempengaruhi  para pemilihnya.

Money Politic atau Politik uang merupakan suatu hal yang sangat mendarah daging di kebudayaan orang Indonesia. Banyak pihak yang memandang bahwa perilaku kotor tersebut merupakan suatu hal sangat normal. Alhasil, penumpasan  fenomena tersebut pun sangat sulit. perlu adanya kerja sama dari berbagai lapisan masyarakat.

Dengan adanya politik uang ini akan menyebabkan suara para pemilih yang memiliki kompeten tertutup. Politik uang ini sering juga disebut sebagai  Serangan Fajar memiliki berbagai dampak buruk. Berikut ini dampak buruk yang disebabkan oleh adanya Serangan Fajar. Pertama, menghasilkan pemimpin yang tidak tepat untuk memimpin. Menjadi faktor utama tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dilakukan oleh para pejabat. Ketiga, Kebijakan para pejabat yang terpilih dengan money politik akan lebih condong ke kepentingan kelompok daripada masyarakat. Kemudian akan muncul kebijakan-kebijakan yang lebih merugikan masyarakat seperti pungutan liar atau pungli, pemotongan anggaran untuk kesejahteraan, dan lain-lain. Juga akan melahirkan sebuah sistem pemerintahan yang tidak sehat seperti jual beli jabatan oleh.

Dilansir dari website Bawaslu (10/101/2023), beberapa kalangan menjadi sasaran empuk praktik Money Politic, seperti para perempuan, para pemilih pemula atau anak muda, hingga anak-anak. Kurangnya edukasi tentang Money Politic menjadi salah satu faktor utama.

Selain itu, literatur yang membahas tentang Money Politic pun sangat minim ditemukan. Kurangnya regulasi yang diberikan oleh penyelenggara pemilu pun dapat menjadi faktor pendukung mengapa kalangan-kalangan tersebut mudah terpengaruh dengan money politic.  Meskipun, sebagian besar dari mereka mengetahui bahwa praktik tersebut adalah hal yang salah, namun mereka tetap menerima dan tidak melapor. Mereka menganggap hal itu merupakan suatu hal yang wajar. (Annida Muthi’ah)

 

 

Editor : Reren Indranila
#Bawaslu #politik uang #Pemilu