RADAR PURWOREJO - Ketersediaan lapangan kerja disebut tidak sepenuhnya dapat menyerap lulusan perguruan tinggi. Tapi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kurang dari enam bulan mayoritas alumni telah mendapatkan pekerjaan pertama.
Kepala Bidang Pusat Pengembangan Karier BIMAWA UAD Hendy Ristiono mengatakan, kampusnya memiliki banyak program untuk menyiapkan lulusan agar segera mendapatkan pekerjaan. Baik sebagai pegawai di suatu perusahaan dan instansi ataupun sebagai seorang pengusaha.
"Kemarin 3 Januari kami baru saja melaksanakan kegiatan education fair, yaitu informasi mengenai peluang mendapatkan beasiswa studi lanjut S2 dan S3," kata Hendy kemarin (12/1).
Kemudian, lanjutnya, ada seminar nasional tentang perencanaan karir pada 4-5 Januari dengan menghadirkan narasumber alumni UAD dan praktisi human capital perusahaan mitra UAD. Serta pelatihan soft skills yang diberikan kepada mahasiswa semester 6. "Sudah cukup bagus (86 persen lulusan telah bekerja, Red), walaupun harus terus ditingkatkan," ucapnya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Jogjakarta (BPS DIJ) mencatat ada 2,23 juta orang masuk dalam angkatan kerja di awal 2023. Sebanyak 2,15 juta orang di antaranya bekerja, sementara 79,91 ribu orang merupakan pengangguran.
Penyumbang pengangguran terbanyak adalah lulusan universitas. Yakni mencapai 4,91 persen, disusul lulusan SMA sebanyak 4,54 persen. "Semakin tinggi pendidikan, semakin selektif dalam memilih pekerjaan," kata Kepala BPS DIJ Herum Fajarwati. (gun/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova