Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Resmi Ditutup, UGM Naungi Lebih dari 2.700 Mahasiswa Pindah Memilih

Fahmi Fahriza • Rabu, 17 Januari 2024 | 03:30 WIB
Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna
Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna

 

RADAR PURWOREJO - Proses pindah memilih bagi para mahasiswa perantau yang difasilitasi oleh kampus secara umum sudah resmi ditutup pada, Senin (15/1) lalu.

Animo mahasiswa yang mengurus pindah memilih di pemilu mendatang terhitung cukup tinggi, termasuk di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna mengatakan, hingga ditutupnya periode pengurusan pindah memilih, secara akumulatif UGM berhasil memfasilitasi sebanyak 2.728 mahasiswa.

"Ada 2.728 mahasiswa yang mengajukan pindah memilih itu akumulasi dari 13 Oktober 2023 hingga 15 Januari 2024," katanya, Selasa (16/1).

Hempri menjelaskan, dari total 2.728 mahasiswa adapun 255 mahasiswa yang terfasilitasi di Posko KPU UGM.

Lalu, sisanya memproses di masing-masing KPU kabupaten/kota yang terdekat dengan domisili kost/kontrakan para mahasiswa tersebut.

"Sebab surat pengantar bisa juga diajukan oleh fakultas, jadi selain di posko UGM banyak yang memilih di dekat domisilinya," paparnya. 

Lebih lanjut, Hempri mengungkapkan bahwa UGM sendiri tidak memiliki target spesifik berapa mahasiswa yang mengurus prosesi pindah memilih, disebutnya bahwa pihak kampus lebih berfokus pada peranan sebagai fasilitator.

"Kalau kami tidak ada target spesifik, sebab fungsi kami lebih pada konteks fasilitasi," terangnya.

Terpisah, Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM Arga Pribadi Imawan menuturkan, optimistis dengan partisipasi yang cukup tinggi dari para mahasiswa pada pemilu mendatang, sekalipun banyak dari mereka termasuk pemilih baru.

"Saya termasuk optimis bahwa partisipasi anak muda akan tinggi, jumlah mereka banyak dan ini momen memilih pertama bagi mereka," sebutnya.

Arga juga menuturkan, bahwa UGM sendiri turut mendukung penuh kontestasi pemilu mendatang.

Salah satunya adalah dengan membuat penyesuaian pada prosesi perkuliahan di UGM.

Disebutnya, UGM memberikan pilihan bagi departemen atau fakultas untuk memundurkan prosesi perkuliahan jelang pemilu, terhitung sejak tanggal 12 Februari dan baru mulai kembali pada 19 Februari.

Lalu, pilihan kedua adalah memberikan opsi untuk melakukan perkuliahan secara daring atau online pada saat pemilu berlangsung.

"Kebetulan departemen saya memilih untuk memundurkan kuliah, itu juga langkah untuk mengapresiasi mahasiswa yang pulang kampung saat pemilu, agar bisa tenang memilih di daerahnya," paparnya. (iza/amd)

Editor : Satria Pradika
#Universitas Gadjah Mada (UGM) #Hempri Suyatna #Mahasiswa Perantau