RADAR PURWOREJO - Angka stunting di Kabupaten Gunungkidul masih tinggi. Melansir laman resmi Dinas Kesehatan Gunungkidul, jumlahnya mencapai 4.700 kasus.
Pada 2024, pemerintah setempat berupaya menekan angka tersebut sebanyak 14 persen.
Sejalan dengan hal itu, Kelompok Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Perberdayaan Masyarakat (KKN PPM) angkatan XLIV dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melakukan salah satu program kerja tentang sosialisasi pencegahan stunting di kalangan masyarakat Padukuhan Pragak, Kalurahan Semanu, Kecamatan (Kapanewon) Semanu, Gunungkidul.
Program ini diinisiasikan sebagai salah satu upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya nutrisi seimbang pada pertumbuhan anak.
Tentunya dengan menggandeng kader posyandu padukuhan setempat.
“Kami percaya dengan pengetahuan yang sudah kami sosialisasikan, nantinya orang tua akan lebih mampu memberikan perhatian terhadap gizi anak-anak mereka. Sehingga dengan begitu dapat mengurangi resiko bayi tumbuh stunting,” Ujar Ketua kelompok 28 KKN-PPM UMBY Didi Dwi Kurnianto.
Stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan anak. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya nutrisi selama masa pertumbuhan anak.
Dalam program kerjanya, kelompok KKN telah merencanakan serangkaian kegiatan sosialisasi yang bertepatan dengan jadwal Posyandu Padukuhan Pragak.
Dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang pentingnya gizi seimbang dalam masa pertumbuhan anak.
“Kami selaku pihak Puskesmas sangat mendukung, karena ini merupakan suatu upaya bersama.
Masalah stunting menjadi masalah yang cukup kompleks sehingga yang perlu bergerak tidak hanya Puskesmas tapi juga semua pihak baik itu Pemerintah, Kader, tokoh masyarakat dan termasuk mahasiswa KKN yang menjadikan ini sebagai salah satu program kerja mereka,” ujar Arif Hanif selaku Kepala Puskesma Semanu 1.
“Kami dari Kader Posyandu mengucapkan banyak terimakasih atas sosialisasi ini, semoga ini mnejadi pengetahuan baru buat ibu-ibu dalam memberikan makanan yang bergizi pada anak-anak mereka” ujar salah satu perwakilan dari Kader Posyandu, Suwarni.
Program kerja yang digelar olek kelompok 28 KKN-PPM ini diharapkan mampu menjadi sebuah baju loncatan dalam proses pengubahan pola pikir dan perilaku masyarakat terkait gizi anak.
Dengan dukungan penuh dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, semoha permasalahan stunting kedepannya dapat diminimalisir dengan begitu kesejahteraan anak-anak dapat terjamin di masa depan.