RADAR PURWOREJO – Kementerian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi (Kemendikbudristek) sedang mengkaji saat pembelajaran menggunakan artificial intelligence ( AI ). Tujuannya agar memudahkan siswa siswinya, dapat menciptakan pembelajaran yang sangat efektif dan personal.
Mengikuti perkembangan zaman saat ini, teknologi memang berkembang begitu pesat diera digital, maka dari itu John McCharty telah berhasil menciptakan AI sebagai alat bantu manusia jika manusia kelelahan untuk bekerja dan berfikir.
Dalam perkembangan teknologi, kemendikbudristek telah menyuarakan apa yang dirasakan oleh mahasiswa dan pelajar karena kesusahan dalam berifikir secara terus menurus. Diketahui banyak yang mengeluh, "ssaya capek, saya pusing, saya hampir gila jika ide saya tidak berjalan dengan baik dan maksimal, dan saya kebingungan karena stok ide saya sudah mentok di situ-situ saja ”.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Sri Suning Kusumawardani b dalam pertemuannya dengan UNESCO iamengatakan, "Kami bagian dari kemendikbudristek saat ini sedang melakukan persiapan untuk mengkaji dalam beberapa hal, kami juga berdsikusi dengan kementrian yang terkait dengan penggunaan AI di lingkungan pendidikan tinggi."
Pada pertemuan tersebut, mereka membahas mengenai cara penggunaan dan bagaimana cara pengembangannya. Tak hanya itu, mereka juga memantau dengan perkembangan alat bantu ( AI ) apakah posisi tersebut telah membantu pelajar dan juga mahaiswa atau tidak berperan dalam hal apapun, dengan upaya kerjasama antar lintas pendidikan ini, mereka mengatakan bahwa kemendikbudrsitek berfokus untuk konteks satuan pendidikan, karena kami sebagai pelajar dan mahasiswa masih terpentok dalam berfikir.
Banyak yang menyuarakan kalau aplikasi AI hanya dipandang sebelah mata oleh beberapa manusia yang tida membutuhkan alat bantu tersebut, mereka mengatakan bahwa “ buat apa sekolah tinggi – tinggi jika ujung – ujungnya masih minta bantuan sama AI dalam hal apapun itu. ” tetapi, seenggaknya jika kita sudah buntu dalam berfikir, apa salahnya kita minta tolong kepada AI selaginya masih ada, dan masih bisa membantu.
( Luthfasari Ardani )
Editor : Heru Pratomo