RADAR PURWOREJO – Kementrian agama (Kemenag) Sulawesi Utara telah menerapkan sistem pembelajaran yang gampang, asik, serta menyenangkan saat waktu pembelajaran di kelas. Disingkat menjadi gasing untuk pembelajaran pendidikan agama Kristen.
Hal ini bertujuan agar para siswa dan siswinya tidak mudah bosan dan menngantuk, banyak yang mengeluh mereka tidak masuk sekolah atau tidak melanjutkan pendidikannya karena alasan yang membosankan, jenuh saat di kelas.
Dengan banyaknya keluhan, kemenag akan menerapkan pembelajaran yang berupa gasing, maksud dari gasing tersebut yaitu gampang, asik, dan menyenangkan saat belajar teori maupaun praktikum. Para guru menjelaskan, metode ini akan diselangi dengan canda tawa bersama, bermain game ataupun tebak tebakan sebelum waktu belajar dimulai.
"Kami ingin terus konsisten dan fokus dalam metode gasing dalam proses pembelejaran terutama dalam pendidikan agama Kristen akan lebih bermakna dan tentunya para siswa-siswi akan semakin bersemangat dalam belajar,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara H Sarbin Sahe.
Menjadi seorang guru tidaklah cukup untuk memberikan bekal dan ilmu pengetahuan saja, akan tetapi peran guru dalam dunia pendidikan akan sangat amat penting dalam hal apapun itu, mulai dari mengajar dari segi teori maupun segi praktikum, hingga membentuk karakteristik serta kepribadiannya yang bersinergi pada saat mengajar untuk para siswa dan siswinya.
Menurutnya, pendidikan di Indonesia sudah mencakup dalam pembelajaran dengan menerapkan sistem holistik yang maksudnya, mencakup aspek intelektual dan keterampilan saat berlangsungnya pembelajaran di kelas.
Dengan pembelajaran tersebut, masa depan dan perkembangan pendidikan terus mengawasi serta memberikan layanan hingga kualitas pendidikan untuk agama Kristen agar terus meningkat di sulut serta berkembang pesat dimasyarakat desa.
Editor : Heru Pratomo