RADAR PURWOREJO – Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro menggelar acara archwork delapan yang dikhususkan untuk prodi arsitektur. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Bintaro Jaya Xchange, Tanggerang Selatan dengan tema “ Creative Placemaking : Encouraging Sustainabillility ” program ini akan dikemas dalam bentuk talkshow dan diskusi dengan mengundang narasumber serta bbintang tamu yang professional.
“Alhamdulillah saya sangat senang sekali tentunya ya karena acara ini berjalan dengan lancar dan tidak ada suatu halangan selama acara ini berlangsung,” tutur Ahmad Sohir yang merupakan ketua pelaksana archworks delapan saat diwawancarai oleh jawa pos.
Sohir mengatakan, isu yang diangkat dalam acara tersebut merupakan rangkaian keprihatinan terhadap fenomena ruang kota yang menurutnya masih terdapat kesenjangan.
Drinya juga menjelaskan, beberapa dari ruang kota tersebut sudah sangat berkembang, sementara yang lainnya masih terbelakang.
"Kami mempunyai ruang aktif, ruang pasif, hingga ruang kotor, yang memiliki tingkat kejahatan tinggi itulah yang masyarakat lihat sekarang di sana. Kami sedang memikirkan bagaimana cara merevitalisasi ruangan ini agar dapat kembali menjadi bagian kawasan yang maju di kota tersebut yang dikembangkan dengan cara yang merata serta dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh masyarakat," tegasnya.
Selanjutnya, digambarkan karakter dari masyarakat kota yang menghabiskan waktu luangnya dalam kemewahan dari berbagai jenis fasilitas komersial yang ada disana, menurut sohir fasilitas komersial sedang dalam proses pembangunan dalam jumlah yang besar dengan banyaknya lembaga publik serta masyarakat lebih tinggi dalam individualistis dalam memanfaatkan fasilitas yang ada.
Untuk itu Sohir berharap, kegiatan ini dapat memberikan suatu gamabaran serta pengetahua mengenai kebutuhan tata ruang perkotaan untuk generasi muda yang khususnya pada pelajar maupun mahasiswa yang belajar atau bekerja dalam bidang arsitektur dan tata kota untuk memajukan kota tersebut serta memfasilitasi sesuai dengan kebutuhan masing – masing.
Editor : Heru Pratomo