RADAR PURWOREJO – Adanya informasi kurikulum yang akan diganti lagi dengan kurikulum nasional membuat heboh perbincangan para netizen.
Hal ini telah terungkap setelah adanya beredarnya pada gambar kurikulum itu di bulan Maret yang mengenai program prioritas pada kementrian pendidikan dan kebudayaan di 2024 berupa peluncuran kurikulum nasional pengganti kurikulum merdeka.
Secara detailnya, gambar ini menunjukkan program prioritas pada kementrian pendidikan dan kebudayaan 2024 dengan meliputi antara lain :
1. Pengenalan pada kegiatan kurikulum nasional dengan pengganti kurikulum merdeka yang akan dilangsungkan di bulan Maret 2024.
2. Alur pendaftaran dalam satuan pendidikan untuk menerapkan kurikulum nasional pada tahun ajaran 2024/2025 mendatang.
3. Pengenalan pada festival kurikulum mandiri kepada pelajar maupun mahasiswa untuk ke depannya.
Informasi ini telah mendapatkan perhatian dan mendapat reaksi dari guru yang ada di Indonesia, dengan adanya hal tersebut munculnya pertanyaan, apakah benar kurikulum sukarela akan diganti dengan kurikulum nasional?
Faktanya meskipun sekolah sudah menerapkan kurikulum merdeka ada juga dari sekolah dan kelas lain masih menggunakan kurikulum lawas atau kurikulum 13 ( K - 3 ).
Pada 16 Februari 2024 kemendikbudristek telah menguji coba terhadap kurikulum baru. Uji coba publik dengan melibatkan stakeholder dalam bidang pendidikan tersebut.
Tujuannya sebagai salah satu tempat untuk mendapatkan perolehan suara yang bersifat konstruktif terhadap rancangan kurikulum asli dari permendikbudristek.
Menurut pojoksatu.id jawa pos group acara tersebut telah dihadiri sebanyak 152 perwakilan yang menghadiri acara tersebut, tujuan utama dari acara ini adalah agar dapat mendapatkan masukan yang paling berharga dari kepentingan pendidikan mengenai rancangan kurikulum merdeka, tepatnya dari permendikbudristek.
Direktur Jendral Biro evaluasi dari pendidikan dan standar kurikulum yang merupakan dari kementrian pendidikan dan kebudyaan Anindit Aditomo mengeaskan dari rancangan permendikbudristek adalah salah satu bagian dari pengembangan serta penerapan kurikulum merdeka secara bergantian.
Editor : Heru Pratomo