Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ada Madrasah Miliki Siswa Non-Muslim, Kemenag Kabupaten Magelang Siapkan Madrasah Moderasi

Naila Nihayah • Jumat, 15 Maret 2024 | 15:05 WIB
TIDAK SEDIKIT: Siswa sekolah dasar saat mengikuti kegiatan membatik. Saat ini, Forpi Kota Jogja menemukian 62 siswa SD yang belum memiliki akta kelahiran anak.DOKUMEN RADAR JOGJA
TIDAK SEDIKIT: Siswa sekolah dasar saat mengikuti kegiatan membatik. Saat ini, Forpi Kota Jogja menemukian 62 siswa SD yang belum memiliki akta kelahiran anak.DOKUMEN RADAR JOGJA

 

RADAR PURWOREJO- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang tengah menggodok rencana pembentukan madrasah moderasi.

Sebab, berdasarkan informasi yang diperoleh, ada dua madrasah yang memiliki siswa non-Islam. Nantinya, Kemenag bakal menempatkan guru sesuai agama yang dianut siswa tersebut.

 

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Magelang Muhammad Miftah menjelaskan, wacana itu muncul ketika dirinya melakukan pembinaan terhadap guru madrasah ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Borobudur, beberapa waktu lalu. "

Di situ, saya lihat data terkait jumlah siswa dari masing-masing madrasah," ujarnya, Kamis (14/3).

 Baca Juga: Momentum Spiritual: Waktu yang Tepat untuk Melaksanakan Salat Taubat

Di forum tersebut, ternyata ada dua madrasah yang menampung siswa beragama non-Islam. Tepatnya, beragama Kristen. Namun, dia belum menjelaskan detail jumlah siswa dan nama madrasahnya.

 

Hanya saja, dia mengakui, saat ini di madrasah tersebut belum mempunyai guru agama Kristen. Kendati begitu, Kemenag wajib memfasilitasi siswa tersebut agar mendapat pengetahuan soal agama yang diyakininya.

 

Hal itu selaras dengan UU Sisdiknas bahwa lembaga pendidikan yang menampung siswa beragama lain, maka harus menyediakan guru agama sesuai keyakinannya. "Saat ini sedang kami rapatkan dan godok (regulasinya)," bebernya.

 Baca Juga: Menilik Masjid Al-Hidayah Klampok dengan Arsitektur Cina, Atapnya Kini Bergaya Lereng Punggung

Miftah menyebut, pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2024/2025 mendatang, Kemenag bakal berusaha menyediakan guru agama di kedua MI tersebut.

"Saya sudah berkoordinasi, seandainya nanti di MI ada siswa Kristen, akan kita distribusikan guru Kristen ke madrasah itu," imbuhnya.

 

Pemenuhan guru tersebut, lanjut Miftah, juga berlaku untuk agama maupun kepercayaan lain, tidak hanya Kristen saja. Sementara terkait dengan buku ajarnya, Kemenag bakal menyesuaikan dengan kurikulum agama yang saat ini berlaku. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Kemenag #Kabupaten Magelang #Madrasah #Borobudur