Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tim PSM Untidar Magelang Gelar Konser Bertajuk 'Nadavilasa', Tampilkan Sejumlah Lagu Lawas

Sevtia Eka Nova • Senin, 10 Juni 2024 | 15:25 WIB

 

 

KOMPAK: Tim PSM GST Untidar tampil memukau pada gelaran Nadavilasa untuk menyongsong pre competition concert 13th Bali Internasional Choir Festival 2024.
KOMPAK: Tim PSM GST Untidar tampil memukau pada gelaran Nadavilasa untuk menyongsong pre competition concert 13th Bali Internasional Choir Festival 2024.

RADAR PURWOREJO  - Gedung Kuliah Umum (GKU) dr HR Suparsono, Universitas Tidar (Untidar) menggema pada Sabtu malam (8/6). Tim paduan suara pelajar (PSM) Grandio Sonora Tidar (GST) sukses membawakan sejumlah lagunya. Diawali dengan Marilah Kemari.

Tim bernama Aruna Dipta itu juga membawakan lagu Air dan Api. Ada pula lagu berjudul Pemuda dan di Atas Awan. Lalu, disusul lagu berjudul Pelangi dan Roman Picisan. Mereka juga membawakan lagu Manuk Dadali. Seluruh lagu mampu membius penonton untuk bernostalgia pada lagu lawasan tersebut.

Selain itu, mereka juga membawakan lagu berjudul Segalariak dan I'll Make The Difference. Dengan beragam genre tersebut, mereka tetap tampil maksimal dan kompak. Tidak mudah, namun mereka dapat mengemasnya dengan luar biasa.

Baca Juga: Kantongi HGB, TWC Kelola Kampung Seni Borobudur 30 Tahun

Mereka juga terlihat beberapa kali berganti kostum. Agar tidak monoton. Riuh tepuk tangan tak lupa diberikan usai setiap lagu yang dinyanyikan rampung. Konser bertajuk 'Nadavilasa' itu dihelat untuk menyongsong pra kompetisi konser 13th Bali Internasional Choir Festival 2024 pada akhir Juli mendatang.

Sebagai pemungkas, mereka menyanyikan lima lagu lain. Seperti Oh Ya, Untukku, Lubally, Cantante Domino, dan Panta Rhei. Deretan lagu itu yang nantinya akan dinyanyikan pada kompetisi paduan suara internasional di Bali.

Konduktor Tim Aruna Dipta, Alex Henry Eko Prabowo mengatakan, konser Nadavilasa menjadi momentum penting sebelum mengikuti kompetisi di Bali. Latihan demi latihan terus dilakukan agar persiapan semakin matang. “Ini akan menjadi konser internasional kami yang kelima,” ujar Koko, sapaan akrabnya.

Selama ini, ketika PSM GST hendak mengikuti kompetisi di dalam maupun luar negeri, mereka mencari dana secara mandiri. Seperti mengamen saat car free day di Rindam, hingga berjualan dengan membuat merchandise . Bahkan, kediaman Koko menjadi tempat penampungan barang-barang bekas.

Baca Juga: Pengaruh PPDB hingga Dampak Banjir Pantura, Tak seperti Tahun Lalu, Penjualan Sapi dan Kerbau di Magelang Lesu

Kendati begitu, kata Koko, mereka tidak malu dengan usaha pencarian dana tambahan tersebut. Hal itu dilakukan agar mereka tidak terlena dengan dukungan dana yang diberikan Untidar.

Tim asuhan Koko itu pun sudah mulai berlatih sejak September 2023. Selain kompetisi internasional di Bali, tim Aruna Dipta juga akan mengikuti perhelatan pekan seni mahasiswa daerah (Peksimida) pada 25 Juni 2024 di Salatiga.

Targetnya, lanjut Koko, mereka harus mengantongi medali emas. Sebab, perolehan medali emas itu merupakan suatu tradisi bagi PSM GST Untidar. "Kami berusaha keras untuk memenuhi kriteria bagaimana kami bisa mencapai grade emas itu. Supaya bisa masuk ke kejuaraan," bebernya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Sarwo Imam Santoso mengapresiasi pagelaran konser dari PSM GST Untidar. “Saya yakin dengan usaha yang maksimal, PSM GST Untidar akan pulang sebagai pemenang,” katanya.

Dengan begitu, PSM GST Untidar dapat lebih dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat. Terutama mengharumkan nama Untidar dan Kota Magelang.

Kepala Bagian Akademik Untidar Wahyu Andriyanto berharap, upaya dan daya yang dilakukan oleh tim PSM GST dapat membuahkan hasil. “Harapannya mereka bisa mengikuti kompetisi dengan optimal. Sehingga membawa nama baik Untidar dan menjadi juara,” lontarnya. (aya/eno)

Editor : Satria Pradika
#konser #Untidar Magelang