Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Untuk Dapatkan Peluang Seluas-luasnya, Job Fair Harus Manfaatkan Teknologi

Naila Nihayah • Kamis, 14 November 2024 | 20:30 WIB

LAKU SPIRITUAL: Para umat Buddha mengikuti prosesi berjalan dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur sebagai penutup rangkaian Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2567 BE/2023.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
LAKU SPIRITUAL: Para umat Buddha mengikuti prosesi berjalan dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur sebagai penutup rangkaian Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2567 BE/2023.(Naila Nihayah/Radar Jogja)




MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) menggelar job fair di GKU dr HR Suparsono, Rabu (13/11). Agenda tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan serapan lulusan dan menjadi jembatan pencari kerja dan dunia industri. Untidar menggandeng 26 perusahaan lebih dari 150 lowongan kerja dari SMA - D3.

Rektor Untidar Prof Sugiyarto menjelaskan, kegiatan bertajuk Job Fair 3.0 Achieve Your Dream Cereer! merupakan fasilitas untuk memberikan peluang informasi seluas-luasnya kepada pencari kerja, khususnya alumni. Supaya mereka bisa mendapatkan pekerjaan sesuai talentanya masing-masing.

Dia menambahkan, job fair juga sebagai proses edukasi dini untuk mahasiswa semester awal agar berani bermimpi dan mempersiapkan diri sedini mungkin.  "Tidak harus sesuai jurusan, talenta bisa terbentuk, terbuka untuk masyarakat umum, ini forum kebersamaan," ujar Sugiyarto di sela pembukaan.

Baca Juga: Kisah Drestaketi dan Durmuka: Sepupu Kurawa yang Pilih Hidup Damai, Tak Terlibat Perang Baratayudha

Dia juga meminta agar Untidar menjalin kerja sama yang kuat dengan mitra, termasuk dengan pemerintah daerah dan pusat. Dengan begitu, kerja sama tersebut dapat dijadikan peluang untuk mengirangi tingkat pengangguran terbuka (TPT), khususnya di Kota Magelang.

Menurut Pjs Wali Kota Magelang Ahmad Aziz, job fair konvensional masih dibutuhkan bagi para pencari kerja maupun perusahaan-perusahaan penyedia lowongan pekerjaan. "Job fair seperti ini masih dibutuhkan karena ada tes secara langsung, melamar lalu nanti sore atau besok bisa langsung tes, harapannya banyak yang diterima," ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Jawa Tengah itu mengatakan, job fair konvensional perlu dikombinasi dengan digital agar efektif dan efisien. Dia mencontohkan adanya aplikasi E-Makaryo milik Disnaker Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Laporan Dugaan Politik Uang di Purworejo, Bawaslu Lakukan Kajian

Job Fair itu, kata dia, dapat berkembang ketika konvensional digabungkan dengan aplikasi. "Seperti ada E-Makaryo milik Disnakertrans Provinsi Jateng. Sudah ada akun 1 juta lebih yang terdaftar, artinya sudah makin banyak orang yang mencari kerja lewat aplikasi itu," paparnya.

Dia menyebut, aplikasi itu sudah diintegrasikan dengan Dinas Penanaman Modal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, dan berjejaring dengan kabupaten/kota di Jateng.

"Kalau dulu pencari kerja harus datang ke perusahaan, harus melalui tes bisa sampai 5 kali. Kalau memanfaatkan teknologi ada penghematan uang, tenaga, dan mengurangi polusi. Jadi teknologi harus dimanfaatkan," imbuhnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#JOB FAIR #Untidar #Magelang